Selebriti

Venna Melinda Fokus Rawat Adik Berkebutuhan Khusus, Kenang Ayah yang Penuh Kasih

Advertisement

Venna Melinda tengah berduka atas berpulangnya sang ayah, Jimmy Rekartono. Namun, di tengah kesedihan itu, Venna memilih untuk mengikhlaskan kepergian sang ayah dan fokus menjalankan amanah yang ditinggalkan, terutama merawat adik sambungnya yang berkebutuhan khusus.

Menerima Takdir dan Berziarah

Momen tujuh hari kepergian sang ayah menjadi titik balik bagi Venna untuk mulai menerima takdir. Bersama putranya, Athalla Naufal, Venna telah berziarah ke makam Jimmy Rekartono di TPU Jeruk Purut. Acara tujuh harian juga telah digelar untuk mendoakan mendiang ayah.

“Yang pasti di hari ketujuh Papah meninggal, perasaannya sekarang setiap habis sholat kirim Al-Fatihah. Kemarin aku sama Athalla ziarah ke makam Papa di Jeruk Purut. Kita juga ada tujuh harian kemarin, karena banyak saudara Papa yang sudah kembali ke luar kota,” ujar Venna Melinda kepada awak media di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Venna menambahkan, kini ia lebih bisa menerima kenyataan bahwa semua akan kembali kepada Allah. Fokusnya adalah bagaimana sebagai anak yang menyayangi ayah, ia harus banyak mengirimkan doa.

“Sekarang lebih bisa menerima semua kan akan kembali kepada Allah. Tinggal gimana caranya kita sebagai anak yang sayang sama Papa, harus banyak-banyak mengirimkan doa,” tuturnya.

Amanah Merawat Adik Sambung

Di tengah masa duka, perhatian Venna kini terpusat pada adik sambungnya, Alvin, yang berkebutuhan khusus dan kini telah menjadi yatim piatu. Venna menegaskan komitmennya bersama saudara-saudaranya untuk merawat Alvin.

“Kita punya empat anak. Ada satu adik aku yang lain ibu, yang berkebutuhan khusus. Komitmen aku sama adik-adikku, kita mau merawat Alvin. Untuk kesehatan dan kehidupan dia karena dia sudah yatim piatu,” jelas Venna.

Merawat Alvin merupakan salah satu amanah terbesar yang ditinggalkan mendiang ayah. Venna mengungkapkan bahwa ayahnya sempat mengkhawatirkan siapa yang akan merawat Alvin kelak.

“Itu sebenarnya konsen Papa sebelum dia meninggal, siapa yang ngurus anak ini nanti. Alhamdulillah Kak Verrel dan Kak Athalla juga ikut gotong royong. Kehidupan Alvin ini kita tackle satu keluarga sebagai bentuk kita sayang sama Papa,” katanya.

Advertisement

Kenangan Sosok Ayah yang Penuh Dukungan

Venna juga mengenang sosok ayahnya yang selalu hadir di masa-masa sulit kehidupannya. Termasuk saat dirinya menghadapi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga perceraian dari Ferry Irawan.

Jimmy Rekartono bahkan menjadi orang pertama yang menemaninya di rumah sakit saat insiden KDRT di Surabaya. Ayahnya menjadi motivator dan pemberi dukungan moral.

“Lima tahun ini aku dekat banget sama Papaku. Waktu kasus KDRT dan perceraian kedua, Papa stand by 24 jam. Dia yang jadi motivator aku, support moral,” ungkapnya.

Venna merasakan betapa besar peran ayahnya dalam hidupnya. “Di detik-detik dia meninggalkan kita, dia menunjukkan betapa dia fatherhood banget. Kenangannya jadi beda,” lanjut Venna Melinda memuji mendiang ayah.

Pelajaran Ketulusan dan Kesabaran

Salah satu pelajaran terbesar yang dipetik Venna dari mendiang ayahnya adalah ketulusan dan kesabaran dalam merawat anak berkebutuhan khusus. Ayahnya yang berusia 73 tahun masih mampu mengurus anak autisme dengan baik.

“Papa sudah usia 73 tahun, masih ngurus anak autisme. Itu nggak mudah, tapi Papa bisa manage emosinya, nggak pernah nyusahin kita,” tuturnya.

Keluarga besar telah sepakat untuk tetap merawat Alvin di rumah peninggalan sang ayah, dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar Venna. Secara finansial, keluarga besar Venna akan menanggung biaya kehidupan Alvin sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang.

“Alvin tetap di rumah Papa bersama tante dan mbaknya yang sudah ngurus 20 tahun. Secara finansial kita sekeluarga yang backup. Itu bentuk tanggung jawab dan kasih sayang kita ke Papa,” janji Venna Melinda.

Advertisement