Selebriti

Anak Ketiga Zaskia Sungkar dan Irwansyah Lahir Lebih Cepat, Dokter Siapkan Antisipasi Gangguan Adaptasi

Advertisement

Jakarta – Kelahiran anak ketiga pasangan selebritas Zaskia Sungkar dan Irwansyah, yang diberi nama Urwah, terjadi lebih cepat dari perkiraan. Bayi Urwah lahir pada usia kandungan 36 minggu, berbeda dengan putra pertama mereka yang lahir di usia 38 minggu. Dokter anak yang menangani persalinan, dr. Tiwi, Sp.A, mengaku sempat terkejut dengan waktu kelahiran yang lebih cepat.

Persiapan Khusus untuk Bayi 36 Minggu

Karena lahir di usia 36 minggu, tim medis melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi gangguan adaptasi, terutama pada pernapasan bayi. “Semua dokter anak kalau terima 36 minggu kita harus siapkan sesuatu yang nanti mungkin terjadi. Enaknya lagi di rumah sakit ini karena sudah dapat telepon langsung dari obgyn, jadi saya bertanya kondisi ibunya gimana. ‘Oh ketubannya sedikit, sudah dapat pematangan paru’. Nah kita juga timnya harus siap,” papar dr. Tiwi, di RSU Bunda, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dr. Tiwi bahkan datang lebih awal sebelum operasi dilakukan untuk memastikan semuanya berjalan lancar. “Saya minta didampingi oleh perawat yang bisa membantu kalau ada gangguan adaptasi, yang paling sering itu paru. Terus kemudian yang kedua, semua ibu itu kepengin skin-to-skin contact atau IMD,” kata dr. Tiwi.

Perjuangan Zaskia Sungkar Jalani Program Bayi Tabung

Sebelum kehamilan ini, Zaskia Sungkar diketahui menjalani program bayi tabung (IVF) untuk kedua kalinya, lima tahun setelah kelahiran anak pertamanya. Ia menjalani program tersebut di Morula IVF karena sebelumnya mengalami masalah kesehatan, yaitu organ tubanya sudah diangkat.

Advertisement

“Mungkin kalau aku memang harus IVF ya. Waktu itu aku sudah pernah cerita karena, saluran tuba aku kan sudah diangkat, karena dulu ada masalah tuba. Jadi memang harus melalui proses IVF dulu baru bisa hamil,” ungkap Zaskia.

Tantangan Kehamilan Program IVF

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani program tersebut, dr. Merry Amelya Puspita Sidabutar, Sp.O.G., menjelaskan perjuangan hamil lewat IVF memang tidak mudah. “Kalau hamil dengan program hamil itu pasti beda ya. Dapatnya aja sudah susah. Beda sama pasien yang mungkin sekali berhubungan aja sudah langsung jadi. Hamil dengan program IVF atau bayi tabung itu dapetinnya susah, perjuangannya susah. Jadi tentu paniknya juga beda. Makanya di tim Morula itu kita kerja sama dengan tim. Jadi saya gak sendiri, ada suster koordinator yang mendampingi pasien untuk manajemen stres,” pungkas dr. Merry Amely.

Advertisement