Sule menyoroti langkah Teddy Pardiyana yang dinilai sibuk mengurus penetapan ahli waris. Menurut Sule, ada motif tersembunyi di balik tindakan Teddy tersebut. Ia juga mengomentari kehadiran Rizky Febian di pengadilan agama, menegaskan bahwa hal itu sudah sepatutnya dilakukan.
“Haruslah (pasang badan) karena kan hartanya Iky ada di situ. Haknya karena berkaitan dengan ahli waris pengacara bilang bukan tentang objek. Akan tetapi, objek itu kan nanti akan dibagikan, tetap aja kita bicara tentang objek. Itu alibi mereka saja. Kalau mau Iky bagi-bagi, yang lain juga kebagian,” ujar Sule saat mengisi acara di FYP Trans7, Senin (23/2/2026).
Sule menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan status Teddy Pardiyana dalam daftar ahli waris. Namun, ia meminta Teddy untuk mengumpulkan terlebih dahulu seluruh harta benda almarhumah Lina Jubaedah yang keberadaannya masih menjadi misteri.
“Yang jadi masalah dari semua harta yang ada itu harus dikumpulkan, emas-emas yang hilang kemana, batu giok yang harganya di atas Rp 500 (juta) kemana, belum yang lain-lainnya, belum tanah di Banjaran, material, kos-kosan,” beber Sule.
Ayah lima anak ini menduga ada trik di balik rencana Teddy Pardiyana dan memberikan peringatan kepada anak-anaknya untuk berhati-hati.
“Padahal dulu itu Iky, anak-anak semua ya udahlah orang sudah terjadi. Akhirnya dia keukeuh balik lagi dalam tanda kutip ini adalah sebuah trik. Hati-hati ini modus kejahatan, jadi bagaimana cara menutupi sesuatu yang hilang dengan menetukan penetapan ahli waris itu,” duga Sule.
Hal tersebut juga menjadi alasan Sule mengingatkan anak-anaknya agar tidak bertindak gegabah dan tetap melindungi hak-hak anak Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana, termasuk putri mereka, Bintang.
“Kenapa gak dibagikan (bagian Bintang) karena kalau kita bagikan sekarang kasihan Bintangnya. Nantikan dirunut lagi ini punya siapa,” tuturnya.
Sule menambahkan, “Intinya gini karena saya keukeuh sama anak-anak, ibaratnya nanti dari pengadilan ada bagian Bintang, jangan dikasih dulu. Simpan saja di Putri, nanti sudah gede baru dikasih ke Bintang. Bukan tentang, ‘Harta segitu aja diperebutkan’. Kita menyelamatkan hak Bintang.”






