Universitas Tarumanegara (Untar) memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang dialami Lexi Valleno Havlenda, adik dari penyanyi Keisya Levronka. Lexi diketahui jatuh dari lantai 6 gedung kampus dua tahun lalu saat mengikuti kegiatan organisasi.
Dialog dengan Keluarga Lexi
Kantor Humas dan Multimedia Untar dalam pernyataan resminya menjelaskan telah melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan keluarga Lexi Valleno Havlenda. Pertemuan terakhir dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, di Kampus Untar.
“Universitas Tarumanagara (Untar) telah melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan Keluarga Saudara Lexi Valleno Havlenda, termasuk pertemuan terakhir pada Selasa, 3 Februari 2026 di Kampus Untar. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah menyampaikan kronologi peristiwa, pandangan, serta harapan masing masing secara terbuka dan konstruktif,” demikian bunyi keterangan resmi yang diterima, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan Tanpa Izin Universitas
Pihak kampus menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam kegiatan yang tidak mengantongi izin resmi dari universitas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 29 Maret 2024, yang bertepatan dengan hari libur nasional Peringatan Wafat Isa Al Masih. Pada hari tersebut, operasional kampus tidak berlangsung normal, termasuk layanan fasilitas penanganan darurat.
“Untar menyesalkan bahwa peristiwa ini telah berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa, akibat beredarnya informasi tanpa penjelasan yang utuh dan menyeluruh,” ungkap pihak kampus.
“Kondisi tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, sementara proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan senantiasa terbuka,” sambung keterangan resmi tersebut.
Proses Penyelesaian yang Cermat
Universitas Tarumanegara menekankan bahwa proses penyelesaian yang berlangsung bukan merupakan bentuk keterlambatan atau pengabaian. Dialog dan pembahasan dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab, melibatkan berbagai pertimbangan akademik, kelembagaan, serta pihak-pihak terkait, sehingga tidak dapat diselesaikan secara tergesa-gesa.
Pihak Untar menyampaikan harapan agar Lexi Valleno Havlenda dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. Fokus institusi adalah pada keberlanjutan pendidikan Lexi, dukungan pemulihan fisik termasuk bantuan dana, serta pendampingan psikologis agar ia dapat lulus sebagai alumni Untar.
Keluarga Lexi Tolak Bantuan
Namun, Untar menjelaskan bahwa keluarga Lexi tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah diupayakan. Pihak kampus menyatakan akan menghormati keputusan keluarga Lexi.
“Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait. Namun, Untar menghormati keputusan pihak Keluarga Lexi Valleno Havlenda yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah kami upayakan. Untuk itu, kami berusaha mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa dapat dicari jalan keluar secara objektif, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta tata kelola institusi yang berlaku,” tegas keterangan tersebut.
Kampus berjanji akan menjalani semua proses penyelesaian masalah ini dengan bertanggung jawab, transparan, dan konsisten, menjunjung tinggi prinsip keadilan, profesionalisme, kepastian hukum, serta mengedepankan kepentingan pendidikan.
Kronologi Versi Ibunda Keisya Levronka
Sebelumnya, Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, membuka cerita mengenai kecelakaan putranya melalui akun Instagram pribadinya. Peristiwa Lexi jatuh dari lantai 6 gedung kampus terjadi pada April 2023 saat ia mengikuti kegiatan latihan caving (susur gua) di lingkungan kampus.
Levi menuliskan bahwa Lexi dilarikan ke rumah sakit terdekat yang satu yayasan dengan kampus. Namun, ia syok dengan pertolongan pertama yang diberikan.
“Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online,” tulis Levi.
Ia mempertanyakan mengapa ambulans tidak dipanggil, padahal pemanggilan taksi online pun membutuhkan waktu. “Dan, kenapa anak saya diangkat dan didudukan, yang mungkin jika itu tidak dilakukan cederanya tidak fatal seperti ini,” sambung Levi.
Akibat kecelakaan tersebut, Lexi mengalami cedera serius, termasuk tulang ekor remuk, ginjal kanan trauma benturan dan bergeser, paru-paru terendam cairan, syaraf area panggul hingga kaki kanan tidak berfungsi, dan hati yang sobek. Selama satu tahun penuh, Lexi harus menggunakan kateter dan kursi roda, serta tidur di atas kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya. Hingga kini, Lexi masih membutuhkan bantuan dari suster pribadi.






