Artis sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, berencana memberikan beasiswa kuliah bagi pemuda di Jakarta Utara pada awal tahun 2026. Rencana ini diutarakan Bebizie saat menerima kunjungan dari perwakilan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Harapan Terealisasi Cepat
Bebizie berharap kerja sama dengan UKI terkait beasiswa ini dapat segera terealisasi. Ia menyerahkan sepenuhnya proses teknis kepada pihak kampus, khususnya program studi ilmu politik. “Yang terpenting bagi saya adalah beasiswa ini tepat sasaran,” ujar Bebizie dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Ketua Program Studi Ilmu Politik UKI, Indah Novitasari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan keinginan Bebizie dalam memberikan pendidikan politik bagi pemuda serta membuka pembicaraan mengenai beasiswa kuliah bagi pemuda berprestasi di Jakarta Utara.
Beasiswa untuk Ekonomi Kurang Mampu dan Serius Belajar Politik
Bebizie menegaskan bahwa beasiswa kuliah ini diperuntukkan bagi pemuda-pemudi dari keluarga kurang mampu di Jakarta Utara yang memiliki minat dan keseriusan untuk belajar politik di perguruan tinggi.
“Saya anggap ini adalah pengabdian saya kepada masyarakat. Hasilnya bagaimana, itu kembali lagi Tuhan sendiri yang menentukan. Yang saya tahu ketika saya berjanji untuk menghadirkan beasiswa kuliah ini, ya harus saya tepati,” katanya.
Dukungan Akademis dari UKI
Pihak UKI menyambut baik niat Bebizie. Dosen Ilmu Politik UKI, FX Gian Tue Mali, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan upaya mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan politik.
“Dari sisi akademis, kerja sama prodi ilmu politik dengan Ibu Bebizie dalam hal sekolah politik ini juga upaya kita dalam mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat melalui jalur pendidikan politik ataupun sekolah politik. Dari sisi yang berbeda, Ibu Bebizie dapat memanfaatkan ini sebagai upaya peningkatan pemahaman politik bagi konstituen di wilayahnya,” tutur Gian Tue Mali.






