Manchester City tengah dilanda inkonsistensi performa. Pelatih Pep Guardiola mengakui bahwa kemenangan saja tidak serta-merta membangun kepercayaan diri timnya. Sejak memasuki tahun 2026, performa The Citizens terlihat tidak stabil.
Padahal, Manchester City menutup tahun 2025 dengan catatan impresif, merangkai delapan kemenangan beruntun. Namun, tren positif tersebut terhenti setelah tim besutan Guardiola itu meraih tiga hasil imbang berturut-turut. Dalam tujuh laga berikutnya, mereka hanya mampu meraih empat kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
Performa Menurun Pasca-Tahun Baru
Pada pertandingan terbarunya di Premier League, Manchester City ditahan imbang Tottenham Hotspur dengan skor 2-2. Sempat unggul 2-0 di babak pertama, City gagal mempertahankan keunggulannya setelah Tottenham bangkit di babak kedua. Laga ini memberikan gambaran betapa mentalitas tim belum sepenuhnya terbangun untuk bersaing ketat dengan Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Manchester City akan berupaya kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Newcastle United pada leg kedua semifinal Carabao Cup. Modal mereka cukup baik setelah meraih kemenangan 2-0 pada pertemuan pertama.
Guardiola: Kepercayaan Diri Dibangun dari Aksi
Kemenangan di Carabao Cup dan pengamanan tiket final memang diharapkan dapat menjadi suntikan mental bagi tim. Namun, Pep Guardiola menegaskan bahwa hal tersebut tidak memberikan jaminan.
“Ya, tapi ini kompetisi yang berbeda. Kalau main di Carabao Cup, itu kompetisi yang berbeda, dan Liga Champions itu beda lagi, dan Premier League, dan kompetisi lainnya,” ujar Guardiola seperti dikutip dari situs klub.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan diri dibangun dari setiap aksi dan momen, termasuk saat menghadapi situasi sulit.
“Tentu saja, hasil-hasil membantu ya. Tapi kepercayaan diri itu dari setiap aksi, setiap lima menit yang terjadi, terus membangun diri, segera ambil napas dalam aksi-aksi dan momen-momen buruk, lalu melangkah lagi,” sambungnya.






