Sepakbola

Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak Latih Timnas Inggris Hingga 2028

Advertisement

Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengumumkan perpanjangan kontrak Thomas Tuchel sebagai pelatih timnas Inggris hingga tahun 2028. Keputusan ini diambil menyusul penampilan impresif skuad The Three Lions di bawah arahan pelatih asal Jerman tersebut.

Perpanjangan Kontrak Hingga 2028

Thomas Tuchel, yang pertama kali ditunjuk menangani timnas Inggris pada Januari tahun lalu dengan kontrak yang seharusnya berakhir pasca-Piala Dunia 2026, kini akan melanjutkan kiprahnya hingga gelaran Euro 2028. Penampilan solid Inggris di berbagai ajang menjadi pertimbangan utama FA untuk mempertahankan Tuchel lebih lama.

Perpanjangan kontrak ini membuka peluang Tuchel untuk memimpin Inggris dalam Euro 2028, yang rencananya akan diselenggarakan bersama Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia.

Tuchel Nikmati Pekerjaan Impian

Mantan pelatih Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munich ini mengaku sangat menikmati perannya sebagai nakhoda timnas Inggris. Ia tidak ragu untuk menerima tawaran perpanjangan kontrak.

“Saya tak ragu ketika diminta untuk melanjutkan pekerjaan impian ini,” ungkap Tuchel seperti dikutip dari BBC.

Advertisement

Tuchel menambahkan, Euro 2028 akan menjadi turnamen yang sangat spesial baginya.

“Euro 2028 akan jadi turnamen yang sangat spesial dan sebagai pelatih, tidak ada yang lebih Anda inginkan kecuali bersaing dengan yang terbaik di panggung sebesar mungkin.”

Rekam Jejak Solid di Bawah Tuchel

Di bawah kepemimpinan Thomas Tuchel, timnas Inggris menunjukkan performa yang mengesankan. Dari 10 pertandingan yang telah dijalani, Inggris berhasil meraih sembilan kemenangan. Satu-satunya hasil yang tidak memuaskan adalah kekalahan 1-3 dalam laga uji coba melawan Senegal.

Delapan dari sembilan kemenangan tersebut diraih dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil sapu bersih di babak kualifikasi ini menjadi modal berharga bagi Inggris untuk menghadapi putaran final, di mana mereka akan tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama.

Advertisement