Berita

Sindikat Maling Kabel Grounding SPBU Rugikan Shell Hingga Rp 1 Miliar di 46 Lokasi

Advertisement

Pihak PT Shell Indonesia memperkirakan kerugian mencapai Rp 1 miliar akibat pencurian kabel grounding atau kabel antipetir yang terjadi di 46 lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kerugian ini masih dalam tahap estimasi.

Kerugian Estimasi Capai Rp 1 Miliar

Head of Engineering Mobility PT Shell Indonesia, Kamil Afrizal, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan detail terkait kerugian yang dialami. “Tentunya saat ini betul kita masih dalam estimasi untuk kerugiannya, kami memperkirakan mungkin sekitar Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar untuk kerugian yang kami rasakan,” ujar Kamil dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026).

Shell Indonesia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada pihak kepolisian. “Kami saat ini berfokus untuk proses hukum yang saat ini sedang dijalani dari pihak kepolisian,” tambahnya.

Advertisement

Tujuh Tersangka Ditangkap Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil menangkap tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pencurian kabel grounding di sejumlah SPBU di Jakarta dan sekitarnya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan peran masing-masing tersangka.

Peran Para Tersangka

  • W (24 tahun): Bertindak sebagai eksekutor atau otak dari aksi pencurian kabel grounding SPBU.
  • ANMS (18 tahun): Bertugas memantau situasi di lokasi saat W melakukan pencurian.
  • MR (21 tahun): Memantau situasi saat eksekutor beraksi dan mengendarai kendaraan menuju serta meninggalkan lokasi.
  • MAH (22 tahun): Turut serta melakukan pencurian kabel grounding dan mencari jaringan pelaku lainnya.
  • U (30 tahun): Diduga sebagai otak di balik aksi pencurian ini.
  • R (26 tahun): Membantu pencurian, memantau situasi, dan berperan sebagai joki kendaraan.
  • JA (37 tahun): Memantau situasi dan mengendarai kendaraan saat aksi pencurian berlangsung.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan yang lebih luas.

Advertisement