Selebriti

Roby Tremonti Bantah Tuduhan Grooming dan Pedofilia Terkait Memoar Aurelie Moeremans

Advertisement

Klarifikasi muncul dari Roby Tremonti menyusul viralnya memoar berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Buku tersebut mengungkap kisah pahit Aurelie yang diduga menjadi korban grooming pada usia 15 tahun.

Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans membeberkan pengalaman kelamnya terkait hubungan yang penuh tekanan, manipulasi, kekerasan seksual, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia menuliskan bahwa pria yang membuatnya terpuruk saat itu disamarkan dengan nama samaran ‘Boby’.

Munculnya nama ‘Boby’ dalam memoar tersebut memicu Roby Tremonti, yang mengaku sebagai mantan suami Aurelie, untuk memberikan klarifikasi. Roby merasa tersindir karena jejak digital mencatat pernikahannya dengan Aurelie.

“Di buku itu disebutkan tokoh Boby memaksa Aurelie menikah, dan jejak digital di internet mencatat bahwa saya pernah menikah dengannya. Jadi, wajar jika saya merasa tersindir dan perlu meluruskan tuduhan tersebut,” ujar Roby Tremonti saat ditemui di kawasan Cibinong, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026).

Roby Tremonti dengan tegas menolak tuduhan grooming dan pedofilia yang dialamatkan kepadanya. Ia mengklaim memiliki bukti video wawancara lama yang menunjukkan Aurelie mengakui telah berciuman pertama kali pada usia 13 tahun di Belgia, jauh sebelum mengenalnya.

Advertisement

Mengenai tudingan pernikahan paksa dan ancaman penyebaran foto asusila, Roby menganggapnya tidak logis. Ia menantang pihak manapun untuk membuktikan keberadaan foto yang dimaksud.

“Logikanya sederhana, jika saya sejahat itu, foto-foto itu pasti sudah tersebar sekarang karena saya tidak terima dituduh macam-macam. Saya menantang untuk membuktikan keberadaan foto telanjang tersebut. Sampai detik ini, tidak ada foto seperti itu di jagat maya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Roby mempertanyakan mengapa isu-isu seperti KDRT, penculikan, hingga pemerkosaan baru ramai dibicarakan di media sosial saat ini. Ia menekankan bahwa selama menjalin hubungan hingga sekarang, tidak pernah ada laporan kepolisian terkait hal tersebut.

“Mengatakan pemerkosa dan penculikan, itu harusnya kan lapor ke yang berwajib ya. Kenapa selalu digembar-gemborkan di media sosial, tapi nggak lapor polisi? Kenapa?” tukas Roby Tremonti.

Advertisement