Presiden Prabowo Subianto telah tiba kembali di Tanah Air pada Sabtu, 24 Januari 2026, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke luar negeri. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawanya mendarat di Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.41 WIB.
Kedatangan Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra. Setelah turun dari pesawat, Prabowo sempat berbincang singkat dengan para pejabat yang menyambutnya.
Kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri dimulai sejak 18 Januari 2026. Agenda pertamanya adalah ke Inggris, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Di Inggris, Prabowo juga berpartisipasi dalam pertemuan dengan perwakilan dari berbagai universitas terkemuka yang tergabung dalam Russell Group.
Selanjutnya, Prabowo bertolak ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo didapuk menjadi salah satu pembicara kunci, sejajar dengan pemimpin negara lain seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Di hadapan audiens global, Prabowo memaparkan konsep ekonomi yang dikenal sebagai “Prabowonomics”, yang mencakup gagasan dan implementasi kebijakan ekonomi sejak sebelum menjabat hingga selama masa pemerintahannya berjalan. Ia juga mempresentasikan berbagai capaian yang berhasil diraih oleh pemerintahannya dalam satu tahun pertama masa bakti.
Puncak dari lawatan diplomatiknya adalah pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan ini berlangsung dalam format jamuan santap malam pribadi (private dinner) dan menjadi momen krusial untuk membahas penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis. Kunjungan ke Paris ini menegaskan kembali komitmen kuat pemerintahan Prabowo dalam mengedepankan diplomasi aktif, membangun kepercayaan di kancah global, serta memperluas jaringan kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara sahabat di Eropa.






