Selebriti

Polisi: Selebgram Lula Lahfah Meninggal Akibat Kehabisan Napas, Tak Ada Unsur Pidana

Advertisement

Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan merilis hasil penyelidikan terkait meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Polisi menyatakan tidak menemukan adanya unsur kekerasan maupun tindak pidana dalam kasus ini. Penyelidikan dinyatakan selesai setelah tidak ditemukan peristiwa pidana.

Tidak Ada Kekerasan dan Unsur Pidana

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menegaskan bahwa Lula Lahfah meninggal dunia karena kehabisan napas. “Keterangan dari RS Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” ujar AKBP Iskandarsyah dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Pihak keluarga pun tidak menginginkan adanya autopsi. Dengan tidak ditemukannya peristiwa pidana, polisi memutuskan untuk menghentikan penyelidikan kasus ini.

Rekaman CCTV Ungkap Aktivitas Lula Sebelum Meninggal

Polisi turut menunjukkan rekaman CCTV yang merekam aktivitas Lula Lahfah sehari sebelum ditemukan meninggal. Berdasarkan rekaman tersebut, Lula sempat mengunjungi sebuah kafe di kawasan Gunawarman bersama seorang rekan berinisial VA.

Dalam rekaman CCTV, tidak terlihat adanya kejanggalan pada pergerakan Lula. Setelah dari kafe, selebgram berusia 26 tahun itu dilaporkan sempat berobat ke sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan sebelum akhirnya kembali ke apartemennya.

Detik-detik Penemuan Jenazah

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Asisten rumah tangga (ART) merasa curiga karena Lula tidak kunjung keluar kamar untuk berolahraga pagi.

ART Lula terekam CCTV lift saat turun meminta bantuan petugas di ground floor. Pihak sekuriti bersama teknisi kemudian menuju unit Lula. Pintu kamar Lula terkunci dari dalam, sehingga mereka terpaksa membuka paksa atas izin ART.

“Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku,” terang AKBP Iskandarsyah.

Penyebab Kematian Tak Dapat Disimpulkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa polisi tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian Lula Lahfah karena tidak adanya autopsi atas permintaan keluarga.

“Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi,” kata Kombes Budi Hermanto.

Meskipun demikian, ia mengulang keterangan dari RS Fatmawati bahwa Lula meninggal karena kehabisan napas tanpa tanda-tanda kekerasan.

Advertisement

Reza Arap Berada di Lokasi

Musisi dan kreator konten Reza Arap, yang merupakan kekasih Lula Lahfah, berada di lokasi setelah mendapat kabar Lula tidak sadarkan diri. AKBP Iskandarsyah menyatakan Reza Arap berupaya memberikan bantuan medis maksimal.

“Saudara RA (Reza Arap) pacar dari saudari LL (Lula Lahfah) di sini sudah hadir bersama dengan tim dokter dari saudari C yang mencoba untuk menghubungi dokter kenalan dari saudari C,” kata AKBP Iskandarsyah.

Reza Arap terlihat mendampingi jenazah Lula Lahfah hingga ke pemakaman.

Barang Bukti yang Ditemukan

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang ditemukan dari apartemen Lula Lahfah, di antaranya obat-obatan dari rumah sakit, seprai, vape, empat botol likuid, dan tabung Whip Pink.

Pendalaman Tabung Whip Pink

Tabung Whip Pink yang ditemukan di apartemen Lula Lahfah masih didalami asal-usulnya. Polisi bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menelusuri tabung dinitrous oxide (N2O) tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV, tabung tersebut dibawa oleh saksi berinisial A dan ditemukan dalam kondisi kosong. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya DNA Lula Lahfah di tabung tersebut.

Bercak Darah di Seprai

Pemeriksaan mendalam terhadap seprai dan tisu dari apartemen Lula menunjukkan bahwa bercak darah yang ditemukan kemungkinan berasal dari siklus menstruasi korban.

“Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi,” kata Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri KP Irfan Rofik.

Temuan ini memperjelas bahwa bercak darah tersebut bersifat biologis dan tidak berkaitan dengan peristiwa pidana.

Advertisement