Pesulap Merah alias Marcel Radhival menghadapi penolakan dari keluarga mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, terkait keputusannya berpoligami dengan Ratu Rizky Nabila. Keluarga Tika merasa tidak menyangka Marcel menduakan cinta almarhumah.
Keluarga Mendiang Istri Merasa Dikhianati
Akibat keputusan tersebut, Marcel mengakui mendapat kemarahan dari keluarga almarhumah. Ia berencana menjelaskan alasannya menikah lagi setelah proses pemakaman Tika selesai.
“Tadinya ke sana di hari H setelah mengurus semua penguburan Tika saya mau menjelaskan alasan kenapa saya bisa menikah yang kedua karena gak mungkin kan saya jelasin di media begini gak mungkin,” kata Marcel Radhival saat ditemui di Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (17/2/2026).
Namun, kedatangannya ke rumah duka justru mendapat respons yang tidak menyenangkan. Marcel mengaku mendengar ucapan yang menyudutkannya dari pihak keluarga.
“Nah pada saat itu ada keluarganya datang, ‘Ngapain sih dia ke sini?’ gitu. Dan ada ucapan yang saya denger, ‘Tega-teganya dia menjadikan keponakan aing tumbal,’ begitu. Nah ini apaan nih, fitnah dari mana lagi nih,” ungkapnya.
Tudingan Pesugihan dan Khodam
Lebih lanjut, Marcel menceritakan adanya tudingan yang menyebut dirinya melakukan pesugihan demi kesuksesan serta pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila. Ia menyebut sebagian keluarga dan rekan kerja mendiang sempat mempercayai isu tersebut.
Bahkan, cincin yang ia kenakan pun dituding memiliki khodam. Marcel membantah keras tudingan tersebut.
“Saya pakai cincin ini karena Rasulullah SAW menggunakan cincin perak di tangan kirinya dan menghadap ke dalam batunya. Ini apa yang Rasulullah SAW ajarkan atau contohkan karena saya ngefans karena saya mengidolakan makanya saya mencontoh gitu. Jadi gak ada jin, gak ada khodam. Saya gak percaya,” tegasnya.
Ancaman Tindakan Tegas dan Emosi Keluarga
Marcel menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap penyebar fitnah tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa anggota pria dari keluarga mendiang istri sempat terpancing emosi.
“Karena keluarganya nih ada beberapa keluarga pria yang nyerang saya nih, nyerang pengin mukul, tapi ditahan-tahan dan semacamnya. Karena percaya tuduhan dari dukun ini mungkin ya ada pikiran ke sana juga dan ketidaksetujuan dari poligami,” ujarnya.
Ia merasa dijebak karena tidak dapat mensalatkan jenazah istrinya. Pertemuan terakhir dengan Tika hanya terjadi di pemakaman.
“Ya udah akhirnya saya di pemakaman. Nah di pemakaman itulah saya ketemu terakhir kali istri pertama saya, saya bawa ke tanah,” tuturnya.
Setelah pemakaman, Marcel mengaku telah mencoba membuka komunikasi dengan keluarga mendiang. Namun, hingga kini usaha tersebut belum mendapat respons.






