Kisah pilu seorang pensiunan guru di Jakarta Utara yang dituduh sebagai juru parkir liar oleh sebuah warung bakso akhirnya menemui titik terang. Pihak warung bakso, Bakso Pojoksari, telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Candra Harahap, lansia yang menjadi korban tuduhan tersebut. Permintaan maaf ini disampaikan setelah video pengusiran Candra viral dan menuai kecaman dari warganet.
Permohonan Maaf dan Mediasi Kekeluargaan
Meidana, perwakilan dari Bakso Pojoksari, secara langsung mendatangi kediaman Candra Harahap di Tipar Cakung, Jakarta Utara, untuk menyampaikan permintaan maaf. Pertemuan mediasi ini juga dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura, Aiptu Sudarmanto, serta beberapa warga sebagai saksi. Dalam sebuah video yang beredar, Meidana menyatakan penyesalannya atas kejadian tersebut.
“Kami dari pihak Bakso Pojoksari, saya Meidana, memohon maaf atas kejadian beberapa hari lalu yang sempat viral di media sosial. Saya menyesal dan saya bersalah atas semua kejadian ini. Saya meminta maaf kepada Bapak Candra Harahap,” kata Meidana.
Sebagai bentuk permohonan maaf, pihak warung bakso turut membawa bingkisan untuk Candra. Candra menerima bingkisan tersebut dan menyatakan keikhlasannya. Ia berpesan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Saya mohon maaf ya semuanya, keikhlasan hati, itu yang saya minta,” ujar Candra. “Kita namanya sebangsa dan setanah air jangan saling mendendam. Jadi istilahnya, jangan sekali lagi,” tambahnya.
Viral Akibat Tuduhan Juru Parkir Liar
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan Candra Harahap diusir oleh pegawai warung bakso karena dituduh sebagai juru parkir liar. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa Candra adalah seorang pensiunan guru yang tidak bekerja sebagai juru parkir.
Aiptu Sudarmanto, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukapura, Polsek Cilincing, menemui Candra setelah video tersebut viral. Candra menceritakan bahwa ia pensiun mengajar sejak tahun 2025 dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa memulung karena tidak memiliki anak yang peduli.
“Sehari-hari memulung, pendapatan tak tentu. Anak 3, tak ada yang peduli. Ya kita gini aja, daripada nggak makan,” ungkap Candra dalam video yang diterima dari Polsek Cilincing.
Candra membantah tuduhan bekerja sebagai juru parkir liar. Ia mengaku hanya duduk-duduk di sekitar lokasi. Saat ditemui polisi, Candra sempat menangis menceritakan kondisinya.
Pensiunan Guru Korban Penipuan
Selain tuduhan sebagai juru parkir liar, terungkap pula bahwa Candra Harahap juga pernah menjadi korban penipuan. Surat Keterangan (SK) pensiunnya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya ia terima sebesar Rp 300 juta diduga telah digelapkan oleh pihak lain.
Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, membenarkan identitas Candra sebagai pensiunan guru. “Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan bernama Bapak Candra Harahap, seorang pensiunan guru,” kata AKP Bobi Subasri.
“Beliau menerangkan bahwa SK pensiun miliknya pernah diagunkan, namun uang yang seharusnya diterima sebesar Rp 300 juta diduga telah ditipu oleh pihak lain,” imbuhnya.






