Napoli merasakan kekecewaan mendalam setelah menelan kekalahan di kandang Atalanta. Rasa frustrasi ini tidak hanya disebabkan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan tim.
Kekalahan Dramatis di New Balance Stadium
Pada Minggu (22/2/2026) malam WIB, Napoli bertandang ke New Balance Stadium dengan ambisi mencuri poin penuh untuk menjaga asa persaingan gelar juara Liga Italia melawan Inter Milan dan AC Milan. Rencana tersebut sempat berjalan baik ketika Sam Beukema berhasil membawa Napoli unggul pada menit ke-18. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Di babak kedua, Atalanta membalikkan keadaan melalui gol-gol dari Mario Pasalic dan Lazar Samardzic, membuat Napoli harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-2.
Posisi Klasemen dan Inkonsistensi
Hasil minor ini membuat Napoli tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 50 poin dari 26 pertandingan. Tim juara bertahan Serie A tersebut kini tertinggal 14 poin dari Inter Milan yang kokoh di puncak klasemen. Performa Inter yang sedang on fire menjadi tantangan berat bagi Napoli, yang justru tengah dilanda inkonsistensi penampilan dan badai cedera.
Kekecewaan Antonio Conte dan Giovanni Manna
Kekalahan dari Atalanta meninggalkan rasa kesal yang mendalam bagi para pemain dan ofisial Napoli. Pelatih Antonio Conte bahkan memilih untuk tidak menghadiri sesi jumpa pers pasca-pertandingan. Ia menunjuk Direktur Olahraga Giovanni Manna untuk berbicara kepada media mewakili tim.
Napoli mengklaim ada dua keputusan kontroversial yang sangat merugikan mereka. Keputusan pertama terjadi ketika Rasmus Hojlund dilanggar oleh Isak Hien. Awalnya, wasit Daniele Chiffi memberikan penalti untuk Napoli, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR. Hojlund dinilai sengaja menabrakkan diri ke Hien untuk mendapatkan pelanggaran.
Keputusan kedua yang menjadi sorotan adalah dianulirnya gol Miguel Gutierrez di awal babak kedua. Gol tersebut dibatalkan karena dianggap ada pelanggaran terhadap Hien. Giovanni Manna mengungkapkan kekecewaannya dengan tegas.
“Mustahil untuk mengomentari ini. Penalti kami dibatalkan, tetapi setelah babak kedua dimulai, wasit meniup peluit dan tidak ada kontak, tidak ada pelanggaran, tidak ada pemeriksaan VAR, gol tersebut dibatalkan, memalukan kan?” kata Manna kepada DAZN Italia.
“Di mana pelanggarannya? VAR memutuskan dia melakukan pelanggaran pada penalti, mengapa tidak pada gol ini? Ini memalukan! Kami mencoba untuk tetap tenang dan bersikap baik, kami tidak mau protes karena pasti setiap diuntungkan. Kami mengalami masalah di Turin dan Verona, kami tidak mengatakan apa pun, tetapi ini memalukan.”
“Kami di sini berjuang untuk lolos ke Liga Champions dan gol kami dibatalkan tanpa alasan jelas.”
Manna menegaskan bahwa timnya berjuang keras untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions, dan pembatalan gol tersebut tanpa alasan yang jelas sangat mengecewakan.



