Upaya mediasi antara penyanyi Denada dan pria yang mengaku sebagai anak kandungnya, Ressa Rizky Rosano, di Pengadilan Negeri Banyuwangi dilaporkan menemui jalan buntu. Pihak Ressa Rizky kini menyatakan kesiapan untuk membongkar seluruh persoalan di ruang sidang terbuka.
Klaim Mediasi Tak Dimanfaatkan
Kuasa hukum Ressa Rizky Rosano, Ronald Armada, menyayangkan sikap pihak Denada yang dinilai tidak memanfaatkan mediasi yang bersifat tertutup dengan baik. Menurut Ronald, jika pihak tergugat tidak memiliki itikad untuk menyelesaikan perkara secara kekeluargaan, maka pihaknya siap membedah kasus ini di muka umum.
“Bijak ketika para pihak itu ya, untuk menyelesaikan perkara dalam konteks tanpa ada campur tangan pihak luar. Karena mediasi kan tertutup. Tapi kalau memang mereka sudah gak ada itikad, berarti bisa disimpulkan bahwa pihak tergugat sudah siap untuk membedah perkara ini hingga sampai ke manapun di ruang publik,” ujar Ronald Armada dalam sambungan zoom, Kamis (22/1/2026) malam.
Konsekuensi Sidang Terbuka
Ronald Armada menegaskan bahwa persidangan ke depannya akan bersifat terbuka untuk umum. Hal ini berpotensi menimbulkan konsekuensi besar, terutama bagi sosok selebritas seperti Denada. Ia memperingatkan bahwa segala peristiwa hukum yang selama ini tersimpan rapat kemungkinan besar akan terkuak lebar ke publik.
“Kalau memang mereka sudah siap, Insyaallah kami lebih siap. Nanti kalau peristiwa hukum ini sudah pure bisa diketahui oleh publik sampai apa yang terjadi, dan kemudian mohon maaf ya, dalam koridor ini sampai membuka aib ke mana-mana, ya jangan salahkan saya. Karena sistem persidangan itu kan pastinya terbuka untuk umum,” bebernya.
Tudingan Alasan Mengada-ada
Lebih lanjut, Ronald Armada juga menyoroti alasan-alasan dari tim hukum Denada yang dianggapnya mengada-ada. Salah satunya adalah kendala komunikasi antara pengacara dengan kliennya sendiri.
“Mereka sudah gak punya itikad, untuk menjemput atau menanggapi forum mediasi yang sebenarnya sangat menguntungkan mereka,” kata Ronald Armada.
Sebagai seorang selebritas, Denada seharusnya berkepentingan untuk melindungi privasinya melalui kesepakatan damai di ruang mediasi. Namun, karena kesempatan itu diabaikan, Ronald Armada menilai pihak Denada sudah siap dengan segala risiko hukum maupun sosial yang akan timbul saat pembuktian dimulai.
“Berarti mereka kan siap fight di persidangan. Berarti dia juga sudah siap untuk menanggung risikonya,” pungkasnya.






