Manchester United secara resmi mengumumkan pemecatan manajer Ruben Amorim pada Selasa (06/01/2026). Keputusan ini berujung pada kerugian finansial yang signifikan bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut, diperkirakan mencapai 25-30 juta Pounds atau setara minimal Rp 568 miliar.
Meskipun Ruben Amorim sempat membawa Manchester United mendekati papan atas klasemen di pertengahan musim, performa tersebut ternyata tidak cukup untuk mempertahankan posisinya. Pemecatan ini mengharuskan klub untuk menanggung sejumlah biaya besar.
Rincian Kerugian Finansial
Menurut laporan dari Mirror, kerugian finansial Manchester United terbagi dalam beberapa pos. Pertama, klub harus membayarkan sisa gaji Ruben Amorim yang masih tersisa hingga 14 bulan ke depan. Estimasi total pembayaran gaji ini mencapai sekitar 10 juta Pounds atau setara Rp 227 miliar.
Selain itu, lima staf pelatih yang turut dipecat bersama Amorim juga berhak mendapatkan pesangon. Manchester United juga diwajibkan membayar kompensasi kepada Sporting CP, klub asal Amorim sebelumnya, atas pemutusan kontrak ini. Total kompensasi yang harus dikeluarkan diperkirakan berkisar antara 25-30 juta Pounds (Rp 568 miliar – Rp 681 miliar).
Manchester United memiliki opsi untuk menghentikan pembayaran gaji Ruben Amorim jika sang pelatih berhasil mendapatkan klub baru dalam waktu dekat. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi mengenai hal tersebut.
Transisi Kepelatihan
Untuk sementara waktu, tugas kepelatihan Manchester United akan dipercayakan kepada Darren Fletcher. Pihak klub kini tengah menjajaki berbagai peluang dan mengevaluasi calon-calon manajer baru yang potensial untuk menggantikan Ruben Amorim.






