Liga Inggris kembali meluncurkan kampanye inklusi LGBTQ+ pada Februari mendatang, namun kali ini dengan pendekatan yang berbeda. Operator liga memutuskan bahwa pemakaian ban kapten pelangi tidak lagi bersifat wajib bagi para kapten tim. Keputusan ini diambil setelah Premier League memutus kerja sama dengan badan amal LGBTQ+ pada Agustus 2025.
Perubahan Kampanye Inklusi
Melansir dari The Athletic, kampanye inklusi LGBTQ+ musim 2025/2026 akan menuntut lebih sedikit keterlibatan pemain dibandingkan tahun sebelumnya. Kapten tim tidak lagi diminta untuk mengenakan ban kapten bertema pelangi. Demikian pula, pemain tidak akan diwajibkan memakai kaus pemanasan atau tali sepatu berwarna pelangi.
Meskipun demikian, Liga Inggris tetap berkomitmen untuk mendukung komunitas LGBTQ+. Dukungan akan diwujudkan melalui tampilan branding pada pekan kampanye pertandingan, termasuk penggunaan papan iklan LED, alas bola, dan papan jabat pertandingan.
Kontroversi Penolakan Ban Kapten Pelangi Musim Lalu
Pada musim 2024/2025, kampanye penggunaan ban kapten pelangi untuk mendukung LGBTQ+ di Premier League sempat menimbulkan kontroversi dan penolakan dari sejumlah pemain. Salah satu penolakan yang menjadi sorotan adalah dari Kapten Ipswich Town, Sam Morsy. Ia menolak mengenakan ban kapten pelangi saat timnya bertanding melawan Nottingham Forest, dengan alasan keyakinan pribadi. Keputusan Morsy tersebut akhirnya dihormati oleh klubnya.
Berbeda dengan Morsy, kapten Crystal Palace, Marc Guehi, memilih untuk tetap mengenakan ban kapten pelangi saat menghadapi Newcastle United. Namun, perhatian tertuju pada tulisan “I Love Jesus” yang tertera di ban kapten pelangi tersebut. Guehi kembali menunjukkan keyakinannya dengan menulis pesan keagamaan di ban kapten pelangi yang dikenakannya saat berhadapan dengan Ipswich Town pada Rabu, 4 Desember 2024.
Pemain Manchester United, Noussair Mazroui, juga sempat menolak mengenakan jaket Adidas sebelum pertandingan melawan Everton musim lalu. Selang beberapa jam, skuad Manchester United memutuskan untuk tidak ada pemain yang mengenakan pakaian olahraga tersebut agar Mazroui tidak merasa sendirian dalam keputusannya.
Sebelumnya, pemain Sheffield United, Anel Ahmedhodžić, juga menunjukkan penolakan tersirat pada akhir tahun 2023. Ia memilih memakai ban kapten biasa alih-alih yang bercorak pelangi saat timnya menghadapi Liverpool dan Brentford. Meskipun media Inggris memberitakan penolakan tersebut, pemain asal Bosnia itu tidak memberikan komentar resmi.
Kampanye inklusi LGBTQ+ yang baru ini akan dilaksanakan mulai 6 hingga 13 Februari mendatang. Kampanye ini juga bertujuan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur pendukung bagi staf atau pemain tim yang membutuhkan dukungan terkait masalah LGBTQ+.






