Kuasa hukum penyanyi Denada, Muhammad Iqbal, angkat bicara mengenai gugatan yang dilayangkan Ressa Rizky Rosano, yang mengaku sebagai anak kandung Denada, di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Iqbal menegaskan bahwa kliennya tidak hanya mengakui Ressa sebagai anak, tetapi juga telah membiayai dan memfasilitasi segala kebutuhan Ressa, termasuk pendidikan.
Alasan Denada Belum Beri Klarifikasi Langsung
Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa Denada memilih untuk tidak memberikan klarifikasi langsung kepada publik selama proses mediasi berlangsung. Hal ini dilakukan agar suasana tetap tenang dan introspektif, serta menghindari kegaduhan yang tidak perlu di media sosial maupun podcast.
“Saat masa-masa kemarin itu kan masa mediasi. Seharusnya kita tenang, cooling down-lah intinya. Supaya nanti kita sambil berpikir introspeksi diri juga. Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos apa semua, ya seharusnya ya jangan,” ujar Muhammad Iqbal dalam wawancara virtual, Kamis (29/1/2026) malam.
Ia menambahkan, pihak penggugat justru yang dinilai membuat kegaduhan dengan berbicara di berbagai podcast yang dianggap tidak sesuai fakta oleh pihak Denada.
Fokus pada Pembiayaan dan Fasilitasi
Menurut kuasa hukum Denada, permasalahan yang terjadi dalam keluarga ini bukanlah sekadar masalah pengakuan anak. Iqbal menekankan bahwa Denada telah memberikan dukungan penuh, mulai dari biaya hidup hingga fasilitas pendidikan untuk Ressa.
“Masalah mengakui atau tidak itu gini, saya garis bawahi ya masalah anak ini. Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau ndak. Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun, kok tiba-tiba ada gugatan ini, ya juga aneh,” ungkap pengacara Denada.
“Bukan hanya sekadar mengakui (Ressa anak), dibiayai, disekolahkan, dikasih kasih sayang. Ya karena jaraknya jauh mungkin gak setiap hari kan, hanya gitu aja kok. Fasilitas juga dikasih,” tegas Muhammad Iqbal.
Iqbal juga mengklarifikasi bahwa fasilitas yang diterima Ressa tidak hanya berasal dari Denada, tetapi juga dari mendiang Emilia Contessa.
Pendidikan Karakter Melalui Gaji Sopir
Menanggapi soal Ressa yang pernah bekerja sebagai sopir dengan gaji Rp 2,5 juta, Muhammad Iqbal melihatnya dari sisi positif. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya keluarga untuk mendidik karakter Ressa agar tidak menjadi pribadi yang manja.
“Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja. Gaji Rp 2,5 juta di Banyuwangi besar tuh. Supaya dia tidak manja cuma minta nodong gini ke orang tua kan ya ndak enak lah,” jelas Muhammad Iqbal.






