Turin – Juventus menghadapi tantangan berat saat menjamu Benfica di Allianz Stadium dalam lanjutan Liga Champions pada Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Bianconeri dibayangi rekor pertemuan yang sangat buruk melawan wakil Portugal tersebut, membuat potensi meraih poin penuh semakin sulit.
Rekor Pertemuan yang Mengkhawatirkan
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Benfica di berbagai kompetisi, Juventus tercatat belum pernah meraih kemenangan. Tiga kekalahan beruntun di Liga Champions sejak 2022 hingga 2025, termasuk dua kekalahan di kandang sendiri, menjadi catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi tim asuhan Massimiliano Allegri.
Sejarah pertemuan kedua tim di Liga Champions juga menunjukkan dominasi Benfica. Juventus pernah takluk di semifinal Liga Champions 1967/1968 dengan agregat 0-2 (kalah 0-2 dan 0-1). Lebih lanjut, di semifinal Liga Europa 2013/2014, Juventus gagal mengalahkan Benfica setelah kalah 1-2 di leg pertama dan hanya mampu bermain imbang 0-0 di leg kedua.
Kebutuhan Poin Penuh
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang sama-sama membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa lolos dari fase grup. Juventus saat ini tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan sembilan poin. Sementara itu, Benfica berada di posisi ke-25 dengan enam poin, masih berada di luar zona aman.
Meskipun berstatus sebagai tuan rumah, rekor buruk Juventus melawan Benfica menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim. Catatan tersebut harus menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kembali di laga krusial ini. Di sisi lain, Benfica diprediksi akan datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa impresif mereka melawan Juventus di masa lalu.






