Berita

Indonesia dan Negara Arab Kecam Dubes AS soal Klaim Wilayah Israel di Timur Tengah

Advertisement

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia bersama sejumlah negara di Timur Tengah (Timteng) melayangkan kecaman keras terhadap pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Pernyataan yang mengindikasikan Israel berhak atas sebagian besar wilayah Timteng itu dinilai mengancam stabilitas keamanan kawasan, termasuk Jalur Gaza.

Pernyataan Bersama Negara-negara Timteng

Kecaman ini disampaikan melalui pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Kementerian Luar Negeri dari berbagai negara, antara lain Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Negara Qatar, Negara Kuwait, Kesultanan Oman, Kerajaan Bahrain, Republik Lebanon, Republik Arab Suriah, dan Negara Palestina. Sekretariat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab (LAS), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) turut serta dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang diunggah melalui akun X Kemlu RI pada Minggu (22/2/2026), para penandatangan menegaskan bahwa ucapan Dubes AS tersebut tidak dapat diterima. “Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Tolak Klaim Bertentangan dengan Hukum Internasional

Indonesia secara tegas menolak klaim Dubes AS mengenai hak Israel untuk menguasai sebagian besar wilayah Timteng. Pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan piagam PBB.

Lebih lanjut, Indonesia dan negara-negara Timteng lainnya menyatakan bahwa pernyataan Dubes Mike tidak sejalan dengan visi Presiden AS Donald Trump dalam upaya perdamaian di Palestina. Mereka menekankan bahwa penyelesaian konflik di Gaza harus didasarkan pada kepastian Palestina memiliki negara yang merdeka serta toleransi hidup berdampingan di kawasan Timteng.

Advertisement

“Mereka menggarisbawahi bahwa rencana tersebut berlandaskan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai, dan bahwa pernyataan yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain merusak tujuan-tujuan ini, memicu ketegangan, dan merupakan hasutan daripada memajukan perdamaian,” tulis Kemlu RI.

Israel Tidak Memiliki Kedaulatan atas Wilayah Palestina

Indonesia bersama negara-negara Arab juga menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina atau wilayah Timteng lainnya. “Kementerian-kementerian tersebut menegaskan kembali bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab yang diduduki lainnya. Mereka mengulangi penolakan tegas mereka terhadap setiap upaya untuk mencaplok Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza, penentangan keras mereka terhadap perluasan kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, dan penolakan kategoris mereka terhadap setiap ancaman terhadap kedaulatan negara-negara Arab,” demikian kutipan dari Kemlu RI.

Sumber Pernyataan Dubes AS

Pernyataan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, yang memicu kecaman ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan komentator konservatif Tucker Carlson. Wawancara tersebut ditayangkan pada Jumat (20/2/2026). Carlson mengutip Alkitab yang menyatakan keturunan Abraham akan menerima tanah yang mencakup sebagian besar Timur Tengah, lalu bertanya kepada Huckabee apakah Israel memiliki hak atas tanah tersebut. Huckabee menjawab, “tidak masalah jika mereka mengambil semuanya”, namun menambahkan bahwa Israel tidak berupaya memperluas wilayahnya dan memiliki hak atas keamanan di wilayah yang secara sah dikuasainya, seperti dilaporkan oleh AP News.

Advertisement