Inara Rusli melaporkan mantan suaminya, Virgoun, ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) terkait dugaan membawa anak-anak mereka secara paksa. Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa Inara mengaku kesulitan menemui buah hatinya di kediaman Virgoun.
Upaya Mediasi dan Penegasan Hak Asuh
Agustinus Sirait menjelaskan bahwa pihaknya telah menyarankan Inara Rusli untuk melakukan mediasi dengan Virgoun. “Jadi kami menyarankan Ibu IR supaya dilakukan mediasi terhadap Bapak kandungnya. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya,” ujar Agustinus kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).
Agustinus menilai tindakan Virgoun yang diduga mengambil anak secara paksa keliru dan melanggar aturan Mahkamah Agung, mengingat hak asuh anak berada di tangan Inara. “Tentu kami tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya, dengan secara paksa untuk mengambil anak tanpa persetujuan dari Ibunya yang memiliki hak asuh anak,” tegasnya. Ia menambahkan, “Itu bagian dari kekerasan sebetulnya karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak.”
Konteks Masalah Keluarga
Virgoun diduga membawa ketiga anaknya setelah Inara Rusli menghadapi masalah hukum terkait dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang melibatkan Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa. Wardatina Mawa sebelumnya telah melaporkan dugaan tersebut ke Polda Metro Jaya.
Virgoun diketahui kerap membagikan momen kebersamaan dengan ketiga anaknya di media sosial, termasuk saat bermain bersama kerabatnya, Febby Carol. Hingga kini, permasalahan rumah tangga yang melibatkan Inara Rusli, Insanul Fahmi, dan Wardatina Mawa masih belum menemui penyelesaian.
Sebelumnya, Inara Rusli telah mencabut laporan dugaan penipuan terhadap Insanul Fahmi, yang disebut sebagai suami sirinya. Namun, Wardatina Mawa menyatakan tidak akan mencabut laporannya dan akan menggugat cerai Insanul Fahmi karena merasa dikhianati tanpa pemberitahuan mengenai pernikahannya dengan Inara.






