Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa penertiban di kawasan Pasar Palmerah akan dilakukan secara permanen. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi trotoar dan fasilitas publik sesuai peruntukannya, tidak hanya sekadar rapi saat ada kunjungan pejabat.
Pernyataan ini disampaikan Pramono Anung sebagai respons terhadap kondisi Pasar Palmerah yang sempat terlihat tertib saat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meresmikan SPPG Polri pada Jumat (13/2). Ia menekankan bahwa penataan seharusnya tidak bersifat seremonial atau sementara.
“Bukan hanya karena misalnya Bapak Presiden atau para menteri hadir atau Gubernur. Saya termasuk orang yang tidak mau terlalu hal yang bersifat seremonial,” ujar Pramono di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, penataan yang dilakukan haruslah nyata dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil langkah penertiban lanjutan di kawasan tersebut.
“Saya ingin hal yang lebih nyata dan untuk itu saya akan tertibkan. Pokoknya saya akan tertibkan,” tegasnya.
Pramono Anung juga menyoroti penggunaan jalur pedestrian yang telah dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta. Ia secara tegas tidak mengizinkan trotoar digunakan untuk kegiatan berdagang atau aktivitas lain yang bukan fungsi utamanya sebagai jalur pejalan kaki. Ia menekankan bahwa pembangunan dan perawatan fasilitas pedestrian membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga pemanfaatannya harus dijaga sesuai fungsi.
“(Jalur) pedestrian yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta, saya tidak izinkan untuk digunakan jualan atau yang bukan fungsinya untuk pedestrian,” imbuhnya.






