Masa depan manajer Liverpool, Arne Slot, mulai dispekulasikan menyusul performa tim yang dinilai kurang memuaskan di Liga Inggris musim ini. Gary Neville, mantan pemain Manchester United, mendesak agar alasan ‘transisi’ tidak lagi digunakan untuk menutupi performa buruk tersebut.
Performa Liverpool di Bawah Ekspektasi
Saat ini, Liverpool tertahan di peringkat keenam klasemen Liga Inggris dengan mengumpulkan 36 poin. Posisi ini dianggap tidak sejalan dengan besarnya investasi yang telah digelontorkan klub pada bursa transfer musim panas lalu, yang mencapai lebih dari 400 juta poundsterling.
Situasi ini memicu kabar mengenai potensi penggantian manajer. Laporan menyebutkan bahwa petinggi klub asal Merseyside itu tengah mengincar Xabi Alonso, yang kini sukses menukangi Bayer Leverkusen, sebagai kandidat pengganti Slot.
Kekalahan 2-3 dari Bournemouth pada pertandingan terakhir semakin memperburuk posisi Slot. Tekanan terhadapnya pun kian meningkat.
Neville Tolak Alasan ‘Transisi’
Gary Neville secara tegas menyatakan penolakannya terhadap narasi bahwa Liverpool sedang dalam fase transisi. Menurutnya, pencapaian gelar liga musim lalu seharusnya memberikan ‘simpanan kepercayaan’ yang cukup bagi tim.
“Saya menyaksikan pertandingan Liverpool, dan saya selalu berpendapat bahwa ketika Anda menjuarai liga, Anda memiliki banyak ‘simpanan kepercayaan’ yang butuh waktu lama untuk luntur; itu adalah pencapaian yang sulit dilakukan,” ujar Neville seperti dikutip dari Mirror.
Neville mengingatkan bahwa Arne Slot berhasil meraih gelar tersebut dengan skuad yang sama pada musim sebelumnya. Ia mengaku mendengar beberapa pernyataan dari lingkungan Liverpool, termasuk dari sang manajer, yang mengindikasikan bahwa musim ini akan menjadi musim transisi.
“Arne Slot telah memenangkan gelar tersebut dengan kelompok pemain yang sama pada musim lalu. Saya mendengar beberapa wawancara dalam sepekan terakhir dari orang-orang di lingkungan Liverpool, termasuk sang manajer, yang menyatakan bahwa ini akan selalu menjadi musim transisi. Lupakan hal itu, saya tidak mau mendengarnya,” tegas Neville.
Investasi Besar Menuntut Hasil
Neville menekankan bahwa dengan dana sebesar £450 juta yang dihabiskan pada musim panas untuk mendatangkan pemain baru, seharusnya Liverpool mampu meraih gelar juara secara beruntun.
“Dana sebesar £450 juta yang dihabiskan pada musim panas untuk semua pemain tersebut seharusnya menjadikan musim ini sebagai momen bagi Anda untuk meraih gelar juara berturut-turut. Janganlah kita mengubah sejarah mengenai apa yang dikatakan semua orang pada musim panas lalu, termasuk orang-orang di luar pihak Liverpool. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa orang-orang atau pendukung Liverpool sedang bersikap berlebihan.”
Ia menutup pernyataannya dengan kembali menegaskan sikapnya terhadap alasan transisi.
“Saya mendengar istilah ‘transisi’ disebut beberapa kali pekan ini, tetapi saya sama sekali tidak mau menerimanya. Anda tidak bisa menulis ulang sejarah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Arne Slot sempat menyatakan optimisme terkait perkembangan timnya, “Liverpool Makin Baik Kok, Gak Seburuk yang Dibilang Orang.” Pernyataan ini tampaknya berbenturan dengan pandangan kritis dari legenda Manchester United tersebut.






