Selebriti

Dustin Tiffani Jadi Korban Penipuan Rp 200 Juta, Mobil Dibeli Ditarik Debt Collector

Advertisement

Komedian Dustin Tiffani harus menelan pil pahit setelah menjadi korban penipuan pembelian mobil senilai Rp 200 juta. Mobil yang baru saja dibelinya itu bahkan ditarik oleh debt collector saat dirinya sedang bekerja.

Dustin menceritakan kronologi kejadian yang bermula dari transaksi dengan seseorang yang ia kenal. Pelaku, yang ia sebut berinisial L dan merupakan sosok di balik layar sebuah kanal YouTube, menawarkan mobil kepadanya.

“Kronologinya gue beli sama orang yang gue kenal karena dia pernah ada project dan dia yang punya project, kita yang kerja di dia. Dalam artian dia punya channel YouTube-lah,” ujar Dustin di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV pada Jumat (9/1/2026).

Dustin mengaku telah melakukan pembayaran lunas, termasuk uang muka dan cicilan. Namun, setelah pembayaran selesai, dokumen kendaraan seperti BPKB tidak kunjung diberikan. Pelaku beralasan dokumen tersebut terselip.

Puncak masalah terjadi ketika mobil Honda Jazz miliknya ditarik oleh pihak debt collector atau yang biasa disebut ‘mata elang’ saat Dustin sedang mengisi podcast. Ia menduga pelaku tidak membayarkan cicilan mobil tersebut kepada pihak leasing.

“Saat gue lagi podcast, tiba-tiba mobil gua ditarik sama mata elang. Ternyata itu mobil mungkin kita bayar ke dia, tapi dia nggak bayar ke dealer-nya (leasing),” jelasnya.

Advertisement

Dustin juga menduga BPKB yang sempat ditunjukkan pelaku atas namanya sendiri ternyata digadaikan atau memiliki kewajiban lain. “Atas nama dia. Cuma mungkin itu BPKB-nya disekolahin (digadaikan) apa dan diapain gitu,” duga suami Ditha Rizky Amalia itu.

Proses penarikan mobil tersebut terjadi di Jakarta. Bahkan, paman Dustin sempat dikepung oleh ‘mata elang’ karena disangka bersekongkol dengan pelaku penipuan.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian Jakarta Selatan. Namun, Dustin mengaku belum mendapat kejelasan hukum. Pelaku disebut sempat mengganti identitas dan bukan merupakan kreator konten yang tampil di depan kamera, melainkan sosok di balik layar sebuah kanal YouTube yang pernah populer.

Sejak Dustin mengangkat ceritanya di sebuah podcast, ternyata mulai muncul korban-korban lain yang menghubungi Dustin. Pelaku sempat terdeteksi berada di Purwokerto, namun kembali melarikan diri.

Advertisement