Selebriti

Dua Tahun Berlalu, Ibu Keisya Levronka Ungkap Keadilan untuk Adik yang Jatuh dari Lantai 6 Kampus

Advertisement

Ibunda penyanyi Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, angkat bicara mengenai kecelakaan yang menimpa putranya, Lexi Valleno Havlenda. Lexi mengalami insiden jatuh dari lantai 6 sebuah gedung kampus di Jakarta Barat dua tahun lalu. Kasus ini kembali mencuat setelah Levi membagikan kronologi versi keluarganya di media sosial.

Kondisi Masih dalam Pemulihan

Meskipun peristiwa itu terjadi pada April 2023, Lexi hingga kini masih dalam proses penyembuhan dan pemulihan. Levi mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @levihavron, pada Minggu (1/2/2026). Ia merasa perlu menggunakan media sosial karena kesulitan berkomunikasi dengan pihak kampus dan organisasi Mapala terkait penyelesaian masalah ini.

“Sepertinya memang harus melalui sosial media ya untuk berkomunikasi dengan kalian. Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” tulis Levi.

Kronologi Insiden Jatuh

Menurut penuturan Levi, insiden tersebut terjadi saat Lexi mengikuti kegiatan latihan caving yang diselenggarakan oleh organisasi pecinta alam di kampusnya. “Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas,” jelas Levi.

Penanganan Pertama Dipertanyakan

Levi juga menyoroti penanganan pertama pasca-insiden yang dinilai tidak sesuai prosedur medis darurat. Ia mempertanyakan mengapa korban tidak segera dievakuasi menggunakan ambulans, melainkan harus menunggu kendaraan umum. “Dia mempertanyakan mengapa pihak penyelenggara tidak memanggil ambulans, padahal menunggu taksi online pun memakan waktu yang sama,” ujar Levi.

Advertisement

Cedera Parah dan Perawatan Intensif

Akibat insiden tersebut, Lexi mengalami cedera fisik yang sangat parah. Levi merincikan kondisi putranya yang meliputi:

  • Tulang ekor remuk hingga harus dipasang pen.
  • Trauma ginjal yang bergeser dan sempat tidak berfungsi.
  • Paru-paru terendam cairan darah.
  • Sobekan pada hati.

“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya,” tulis Levi merinci kondisi putranya saat ini.

Respons dan Upaya Pencarian Keadilan

Setelah Levi angkat bicara di media sosial, pihak terkait memberikan respons positif. Levi telah bertemu dengan perwakilan kampus dan organisasi tersebut pada hari sebelumnya. “Sudah ada respons baik dan terima kasih itikat baiknya meski apa yang ditawarkan masih sangat jauh dari perhitungan material and imaterial yang sudah dikeluarkan. Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut. Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa and support-nya,” tulis Levi.

Dalam pertemuan tersebut, Keisya Levronka dan pacarnya, Nyoman Paul Fernonda, turut mendampingi ibunda mereka untuk mencari keadilan bagi Lexi.

Advertisement