Samira Farahnaz alias Doktif menyambangi Polda Metro Jaya pada Kamis (19/2/2026), bertepatan dengan pemeriksaan Richard Lee sebagai tersangka. Doktif tampil modis mengenakan busana yang ia sebut sebagai kado dari Kartika Putri. Hubungan keduanya kini telah membaik, berbanding terbalik dengan perseteruan yang pernah terjadi terkait masalah skincare.
Pengakuan Doktif
Doktif mengaku merasa bersalah karena pernah ikut menghujat Kartika Putri. Ia menyatakan bahwa busana yang dikenakannya adalah pemberian dari Kartika Putri. “Hari ini Doktif menggunakan outfit dari seseorang yang sangat Doktif sayang, seseorang yang pernah Doktif sakiti hatinya, ya meskipun dia tidak tahu. Dia adalah seorang Kartika Putri,” ujar Doktif saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah secara tulus meminta maaf kepada istri Habib Usman bin Yahya tersebut. Doktif merasa terbawa oleh narasi yang dibangun oleh Richard Lee beberapa tahun lalu saat berseteru dengan Kartika Putri.
“Jadi beliau pernah Doktif hujat karena Doktif sempat terbawa oleh giringan framing opini yang dilakukan oleh saudara DRL (Richard Lee). Betapa jeleknya nama seorang Karput (Kartika Putri) pada saat itu, dan salah satunya Doktif ikut menghujat beliau,” jelas Doktif.
Kartika Putri Disebut Pemaaf
Menurut Doktif, Richard Lee memiliki kemampuan piawai dalam membangun opini publik, yang menyebabkan banyak masyarakat Indonesia sempat salah menilai sosok Kartika Putri. “Di bulan yang penuh berkah ini seorang Kartika Putri sudah memaafkan semua masyarakat Indonesia yang pernah tergiring dengan opini dan framing dari seorang DRL,” ucapnya.
Doktif memuji kebesaran hati Kartika Putri yang dianggapnya patut dicontoh. “Nah, jadi alhamdulillah Karput sudah memafkan Doktif. Terima kasih banyak Teh Karput, beliau orang yang sangat luar biasa guys,” pungkasnya.
Latar Belakang Perseteruan
Perseteruan antara Richard Lee dan Kartika Putri bermula dari perbedaan pandangan mengenai edukasi produk kecantikan. Pada saat itu, mayoritas publik cenderung membela Richard Lee dan memberikan hujatan kepada Kartika Putri, yang dianggap terlalu baperan dan menggunakan jalur hukum untuk membungkam edukasi.






