Aktor senior Diding Boneng membeberkan alasan di balik minimnya aktivitasnya di dunia seni peran belakangan ini. Di tengah sorotan publik atas robohnya rumah yang ia tempati di kawasan Mantraman Dalam, Pegangsaan 2, Jakarta Pusat, Diding mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya menjadi faktor utama dalam memilih pekerjaan.
Karier Tanpa Kantor Sejak 1973
Diding Boneng, yang memiliki nama asli Zainal Abidin, menegaskan bahwa ia tidak pernah terikat pada pekerjaan kantoran. Sejak tahun 1973, ia telah mendedikasikan dirinya di dunia teater dan terus berprofesi sebagai aktor hingga kini. “Saya gak pernah kerja kantor dari dulu. Kantor saya jalanan. Nih, kantor saya,” ujar Diding sambil menunjuk ke arah jalan saat ditemui di kediamannya, Rabu (31/12/2025).
Penolakan Tawaran Demi Kesehatan
Terakhir kali Diding Boneng terlibat dalam sebuah produksi film adalah sekitar tiga tahun lalu, yaitu pada film KKN di Desa Penari 2. Ia mengaku belum mengambil tawaran syuting lagi sejak saat itu karena kondisi kesehatannya yang belum pulih sepenuhnya. “Saya terakhir syuting tiga tahun yang lalu, KKN. KKN 2 kan tiga tahun yang lalu syutingnya. Setelah itu belum ada syuting lagi, dan sayanya masih sakit,” ungkapnya.
Aktor berusia 75 tahun ini secara terbuka mengakui sering menolak tawaran pekerjaan jika peran yang diberikan terlalu berat bagi kondisi fisiknya. “Jadi saya masih nolak-nolak juga kalau (perannya) terlalu berat. Gak berani saya,” tuturnya.
Asma Menjadi Kendala Utama
Diding Boneng menjelaskan bahwa penyakit yang dideritanya adalah asma. Ia sangat memperhatikan kondisi kesehatannya mengingat usianya. “Sakitnya asma. Ya, pulang syuting sakit. Itu yang 2023 KKN terakhir, pulang dari itu, dari Jogja, sakit saya sampai sekarang. Tapi bukan karena itu ya saya sakit,” ceritanya.
Meskipun demikian, Diding menyebut bahwa tawaran syuting masih terus berdatangan. Ia selalu memastikan detail peran yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk menerima pekerjaan tersebut demi menjaga kesehatannya.






