Milan – Derby d’Italia kembali menyajikan drama sengit. Kali ini, Inter Milan berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2 atas Juventus dalam laga yang digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.
Jalannya Pertandingan Penuh Drama
Inter Milan sempat unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiaso pada menit ke-17. Namun, Juventus berhasil menyamakan kedudukan sembilan menit berselang melalui gol pemain yang sama. Skor imbang bertahan cukup lama sebelum Inter kembali memimpin melalui gol Pio Esposito pada menit ke-76.
Juventus tidak menyerah dan kembali menyamakan kedudukan pada menit ke-83 lewat Manuel Locatelli. Puncak drama terjadi pada menit ke-89 ketika Piotr Zielinski mencetak gol kemenangan untuk Inter Milan, memastikan timnya meraih tiga poin.
Kontroversi Kartu Merah
Drama tidak berhenti sampai peluit akhir. Kubu Juventus melayangkan protes keras menyusul kartu merah kontroversial yang diterima Pierre Kalulu pada menit ke-42. Keputusan tersebut membuat Juventus harus bermain dengan sepuluh orang sejak babak pertama.
Sejarah Pertemuan yang Sengit
Pertemuan antara Inter Milan dan Juventus memang selalu diwarnai drama. Dalam empat pertemuan terakhir, tiga di antaranya berlangsung sangat sengit. Pada 28 Oktober 2024, kedua tim bermain imbang 4-4, di mana Inter sempat unggul 4-2 sebelum Juventus menyamakan kedudukan lewat dua gol Kenan Yildiz.
Di pertemuan pertama musim ini di Allianz Stadium, Inter Milan juga sempat merasakan kekalahan dramatis. Sempat tertinggal lalu berbalik unggul 3-2, Inter akhirnya kalah 3-4 setelah Juventus mencetak dua gol di sepuluh menit terakhir melalui Khepren Thuram dan Vasilije Adzic.
“Kami harus menghindari situasi seperti gol penyama kedudukan, karena kami bisa unggul lewat gol cantik Pio dan kemudian hilang konsentrasi, tapi yang terpenting kami menang,” ujar Zielinski seperti dikutip Football Italia.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Inter Milan di puncak klasemen Liga Italia, meskipun harus melalui perjuangan yang luar biasa menghadapi rival abadinya.






