Musisi pendatang baru Cloudy memilih momen Hari Kasih Sayang untuk memperkenalkan diri ke industri musik Tanah Air dengan merilis ulang lagu legendaris Arti Cinta. Lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh Ari Lasso ini dihadirkan kembali dengan sentuhan kekinian, namun tetap mempertahankan nuansa emosional aslinya.
Sentuhan Minimalis pada Tembang Cinta Legendaris
Cloudy mengungkapkan bahwa Arti Cinta merupakan salah satu lagu favoritnya. Ia bertekad untuk membawakan kembali tembang cinta tersebut dengan pendekatan minimalis. “Aku mau bawa salah satu lagu favoritku ini dengan minimalis tanpa menghilangkan ruh emosi yang sudah melekat di dalamnya,” tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/2/2026).
Dalam penggarapan ulang single ini, Cloudy bekerja sama dengan produser Nur Satriatama dan Seno M Hardjo di bawah naungan Prabawa Entertainment Indonesia. Aransemen gitar dan garapan vokal dibuat secara detail untuk menjaga keseimbangan antara aspek teknis dan kedalaman perasaan.
Perjalanan Jati Diri Melalui Musik
Perjalanan musik Cloudy tidak lepas dari latar belakang pendidikan musik klasik yang ia tempuh di Berlin, Jerman. Ia mempelajari komposisi dari maestro besar seperti Beethoven hingga Wagner. Namun, pengalaman di Eropa justru membuatnya merasa terjebak di antara dua dunia.
Di benua biru, ia kerap dipandang sebagai pemuda Asia dengan perspektif Timur. Sebaliknya, saat kembali ke Indonesia, ia justru dianggap terlalu kental dengan nuansa Barat. Perbedaan persepsi ini mendorongnya untuk lebih dalam mencari jati diri melalui musik.
“Aku mau musikku dipimpin oleh perasaan dan biarkan teori hasil belajarku sebagai pelayan bagi emosi tersebut,” jelasnya. Melalui rilisan Arti Cinta, Cloudy tidak hanya ingin dikenal sebagai musisi dengan bekal pendidikan Eropa, tetapi juga sebagai seniman yang memiliki rasa dan identitas musiknya sendiri. Single ini menjadi refleksi perjalanannya dalam menemukan rumah dalam dunia musik.






