Satu unit bus dilaporkan terbakar di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) di kawasan Jatibening, Bekasi, pada Senin (5/1/2026) sore. Insiden ini sempat memicu alarm di Stasiun LRT Jabodebek Jatibening Baru berbunyi, namun operasional LRT dipastikan tidak terganggu.
Operasional LRT Jabodebek Tetap Normal
Pihak LRT Jabodebek melalui akun Instagram resminya, @lrt_jabodebek, mengonfirmasi bahwa kebakaran bus yang terjadi di dekat Stasiun LRT Jatibening Baru tidak berdampak pada operasional perjalanan kereta.
“Sehubungan dengan kejadian kebakaran bus di Tol Jakarta-Cikampek yang berada di sekitar Stasiun Jati Bening Baru pada Senin, 5 Januari 2026 pukul 17.46 WIB, diinformasikan bahwa kejadian tersebut tidak berdampak pada operasional perjalanan LRT Jabodebek,” demikian pernyataan resmi LRT Jabodebek.
Meskipun operasional kereta tetap berjalan normal, alarm di Stasiun LRT Jabodebek Jatibening Baru sempat aktif sebagai bagian dari prosedur pengamanan. “Sebagai dampak pengamanan, alarm di stasiun sempat aktif dan saat ini telah ditangani oleh petugas sesuai prosedur,” tambah keterangan tersebut.
KAI mengimbau seluruh pengguna LRT Jabodebek untuk tetap tenang, menjaga keselamatan, dan mengikuti arahan petugas selama berada di area stasiun maupun saat perjalanan.
Kepadatan Lalu Lintas di Tol Japek
Insiden kebakaran bus terjadi di Tol Japek arah Bekasi pada sore hari. Kejadian ini dilaporkan menyebabkan kepadatan lalu lintas yang signifikan.
Melalui akun X resminya, @PTJASAMARGA, Jasamarga melaporkan adanya penanganan kendaraan bus yang terbakar di lajur 1, 2, dan bahu luar/kiri-tengah. Laporan tersebut tercatat pada pukul 18.00 WIB.
Kepadatan lalu lintas dilaporkan mencapai sekitar 2 kilometer (km) imbas dari insiden bus terbakar tersebut, yang terjadi di kawasan Jatiwaringin Km 04 hingga Jatibening Km 06+400.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya menangani insiden tersebut. Kronologi dan penyebab pasti kebakaran bus belum diketahui.






