Dinas Bina Marga DKI Jakarta melaporkan telah menangani sebanyak 11.228 titik jalan berlubang di seluruh wilayah ibu kota dalam periode 1 Januari hingga 8 Februari 2026. Wilayah Jakarta Timur menjadi area dengan perbaikan terbanyak, mencapai 3.652 titik.
Jakarta Timur Jadi Fokus Perbaikan
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menjelaskan bahwa tingginya jumlah perbaikan di Jakarta Timur sejalan dengan luas wilayahnya yang lebih besar dibandingkan daerah lain di Jakarta. “Perbaikan atau penanganan segera terhadap jalan berlubang yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga paling banyak dilakukan di wilayah Jakarta Timur. Hal ini sejalan dengan luas wilayah Jakarta Timur yang lebih besar dibandingkan wilayah lainnya,” ujar Dinar kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Ia merinci, “Tercatat sejak 1 Januari hingga 8 Februari 2026, sebanyak 3.652 titik lubang jalan telah berhasil ditangani di wilayah tersebut.” Secara keseluruhan, Dinar menuturkan bahwa pihaknya telah berhasil memperbaiki lebih dari 11 ribu titik jalan berlubang di seluruh DKI Jakarta dalam kurun waktu tersebut.
Perbaikan Berkelanjutan Demi Keselamatan Pengguna Jalan
Menanggapi instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta perbaikan jalan rusak dilakukan segera meski masih dalam musim hujan, Dinar memastikan upaya tersebut terus dilakukan. “Perbaikan segera atau bersifat darurat terus kami lakukan hingga hari ini dan akan terus berlanjut. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Dinar juga mengakui bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab jalan kembali berlubang dalam waktu singkat. Beban lalu lintas kendaraan turut memperparah kondisi tersebut. “Namun demikian, karena kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi, disertai beban lalu lintas kendaraan dapat menyebabkan jalan berlubang terjadi kembali dalam waktu yang singkat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah melakukan pemetaan dan pemberian tanda (marking) pada lokasi-lokasi yang rawan berlubang. Tujuannya agar pengendara lebih waspada saat melintas sembari menunggu personel dan material perbaikan dimobilisasi. “Sebagai langkah preventif, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah memetakan serta memberikan tanda (marking) pada lokasi rawan jalan berlubang. Hal ini bertujuan agar para pengguna jalan dapat lebih waspada saat melintas, selagi kami memobilisasi personel dan material perbaikan,” imbuhnya.
Instruksi Gubernur untuk Perbaikan Jalan
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan jajarannya untuk segera memperbaiki jalan yang rusak tanpa menunda hingga musim hujan berakhir. Perintah ini dikeluarkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat jalan berlubang.
“Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan karena sudah tidak bisa lagi menunggu sampai dengan kemudian hujan berhenti,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin (9/2). Ia menambahkan bahwa perbaikan di sejumlah lokasi sudah dimulai dan sebagian besar jalan berlubang telah ditangani. “Sehingga kalau dilihat di lapangan sekarang sudah ditangani lubang-lubang yang ada, hampir sebagian besar ditutup,” ujarnya.






