Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) memunculkan beragam pandangan di kalangan kreator konten. Sebagian melihatnya sebagai ancaman, namun sebagian lain menganggapnya sebagai peluang besar. Atta Halilintar dan Anang Hermansyah berbagi pandangan mereka mengenai fenomena ini.
AI sebagai Alat Bantu Kreator
Dalam acara The Role of AI in Modern Content Creation yang diselenggarakan oleh SocAI dan FYC Group, Atta Halilintar menegaskan bahwa AI sejatinya adalah sebuah alat. Ia merasa tidak gentar dengan kemajuan teknologi ini.
“AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif,” ujar Atta dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (16/2/2026).
Atta menambahkan, kreativitas fundamental tetap berasal dari manusia. AI, menurutnya, hanya berfungsi untuk memperkuat dan memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki oleh para kreator.
“Kreativitas tetap datang dari manusia. AI hanya membantu memperkuat dan memaksimalkan potensi kita,” tegasnya.
Pandangan Atta ini menggarisbawahi bahwa AI, jika digunakan secara bijak, dapat memberikan keuntungan signifikan, baik dalam hal monetisasi maupun perluasan jangkauan audiens.
Adaptasi dan Kesiapan Menghadapi AI
Musisi Anang Hermansyah menyampaikan pandangan senada. Ia menilai bahwa kehadiran AI sudah tidak dapat dihindari lagi. Oleh karena itu, hal ini perlu disikapi dengan kesiapan untuk beradaptasi dan pola pikir yang terbuka guna menangkap peluang yang ada.
Perwakilan dari SocAI dan FYC Group menyatakan, “Melalui kegiatan ini, SocAI dan FYC Group ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia. Edukasi kepada para KOL dan influencer menjadi langkah penting agar transformasi digital dapat berjalan secara positif dan produktif.”
Pentingnya pemahaman mengenai AI juga disoroti oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang berencana mewajibkan adanya watermark khusus untuk konten yang dihasilkan oleh AI.






