Selebriti

Ammar Zoni Memohon Tak Dikembalikan ke Nusakambangan, Merasa Kasusnya Tak Proporsional

Advertisement

Aktor Ammar Zoni, yang tengah menjalani persidangan kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba, menyuarakan permohonannya agar tidak dikembalikan ke Lapas Nusakambangan. Ia merasa hukuman tersebut tidak sebanding dengan kasus yang menjeratnya.

Permohonan Ammar Zoni

Usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (29/1/2026), Ammar Zoni mengungkapkan harapannya kepada pihak berwenang. Ia berharap agar dirinya diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga dan orang terdekatnya.

“Saya pribadi memohon agar tidak dikembalikan lagi ke Nusakambangan. Bagi saya, itu tidak proporsional. Saya bukan penjahat besar yang hidupnya harus dihancurkan seolah-olah seperti itu. Saya berharap keadilan bisa terbuka,” ujar Ammar Zoni.

Aktor berusia 32 tahun itu mengaku sangat merindukan keluarganya dan merasa hampir tidak punya kesempatan bertemu dengan mereka. Ia hanya bisa bertemu dengan kuasa hukum dan sesekali dengan adiknya.

“Berikan kesempatan bagi saya untuk bertemu keluarga dan orang terdekat. Sampai saat ini, saya belum diberi waktu bertemu mereka, kecuali dengan kuasa hukum dan adik saya-itu pun adik saya jarang bisa berkunjung. Makanya saya berharap demikian,” katanya.

Dukungan Orang Terdekat

Dalam kesempatannya berbicara, Ammar Zoni juga menyinggung sosok dokter Kamelia yang selalu mendampinginya. Ia menyebut dokter Kamelia memiliki peran penting dalam hidupnya saat ini.

Advertisement

“Saya saat ini cuma punya Matuo, Ibu, dan Dokter Kamelia. Mereka yang paling penting saat ini, yang mengurus dan berjuang untuk saya,” ungkapnya.

Ammar Zoni merasa lelah secara mental dan kembali menegaskan keinginannya untuk bertemu keluarga.

“Saya sudah capek banget. Saya berharap bisa ketemu keluarga, karena selama ini cuma bisa ketemu di sini (pengadilan), dan sekarang sudah mau ditarik lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ammar Zoni menjalani persidangan terkait kasus dugaan peredaran narkoba yang dilakukannya di dalam Rutan Salemba.

Advertisement