Aktor Ammar Zoni kembali mencecar saksi kepolisian dalam sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). Dalam persidangan yang berlangsung alot, Ammar Zoni menuding adanya penggunaan alat setrum dan penganiayaan oleh oknum polisi terhadap terdakwa lain di lokasi penangkapan.
Tudingan Penggunaan Alat Setrum dan Penganiayaan
Ammar Zoni, yang berusia 32 tahun, secara langsung menanyakan kepada saksi dari kepolisian, Mario, mengenai keberadaan alat setrum di lokasi penangkapan. “Saudara kan tadi bilang sudah disumpah, Saudara bilang nggak bawa setruman, kenyataannya di situ Saudara bawa setruman. Di situ ada buktinya soalnya,” ujar Ammar Zoni di ruang sidang.
Tidak hanya itu, Ammar Zoni juga menyebut adanya oknum polisi berinisial Y beserta seorang pria berkepala botak dan bertubuh tinggi yang diduga melakukan penganiayaan fisik. “Situ (saksi Mario) gak aniaya, tapi Pak Y itu menganiaya, Pak Y sama yang kepala botak itu yang agak tinggi,” terang Ammar Zoni.
Bantahan Saksi Kepolisian
Tuduhan yang dilontarkan Ammar Zoni dibantah keras oleh saksi Mario. Petugas kepolisian tersebut menegaskan bahwa selama proses penangkapan dan pemeriksaan di Rumah Tahanan (Rutan), pihaknya tidak pernah menggunakan kekerasan, termasuk membawa alat setrum.
“Iya saya jujur, saya yakin tidak ada penganiayaan. Tidak ada Ibu (alat setrum). Siap tidak ada,” bantah Mario.
Permintaan Pembukaan CCTV
Merasa keterangannya tidak sesuai dengan fakta yang ia yakini, Ammar Zoni meminta Majelis Hakim untuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Ia berharap rekaman tersebut dapat membuktikan klaimnya mengenai adanya alat setrum dan penganiayaan.
“Nanti saya minta tolong dibuka CCTV-nya Yang Mulia. Apa terdakwa merasa dianiaya? Ya makanya nanti kita minta CCTV. Karena semuanya itu, Saudara kan tadi bilang sudah disumpah,” pinta Ammar Zoni.
Kakak dari aktor Aditya Zoni ini yakin bahwa rekaman CCTV akan mengungkap kebenaran yang selama ini menurutnya ditutupi oleh penyidik. “Ya makanya nanti kita minta tolong dihadirkan CCTV-nya Yang Mulia,” pungkasnya.






