Aktor Aiman Ricky membagikan pengalaman haru di balik keputusannya untuk mengikuti sertifikasi pembimbing haji. Niat mulia ini berawal saat ia menunaikan ibadah haji pada tahun 2024, di mana ia menyaksikan langsung dedikasi para petugas haji.
Tergerak oleh Ketulusan Petugas Haji
Pandangan Aiman tak lepas dari para petugas berseragam rompi yang sigap membantu jemaah. Momen tersebut begitu menyentuh hatinya. “Pertamanya karena saat aku ibadah haji tahun 2024 kemarin, aku melihat ada petugas-petugas pakai rompi, itu tuh hatiku tergerak kayak nangis,” cerita Aiman Ricky penuh haru saat ditemui di Studio Pagi-Pagi Ambyar TransTV, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).
Ia terkesan dengan ketulusan para petugas, terutama dalam membantu jemaah lansia. “Maksudnya, kok mulia banget mereka, apalagi membantu lansia. Nah, itulah tergerak aku pengen juga seperti mereka yang bermanfaat melayani para tamu Allah,” sambungnya.
Perjuangan Mengalahkan Rasa Insecure
Untuk mewujudkan niatnya, Aiman menjalani masa karantina di asrama haji selama delapan hari dengan jadwal yang sangat padat. Ia mengaku sempat merasa insecure, mengingat peserta lain memiliki latar belakang keilmuan yang mumpuni.
“Mungkin di tengah-tengah ada kepikiran kayak insecure karena yang lain tuh pada pintar-pintar, pada profesor, pada ahli-ahli gitu. Sedangkan aku merasa kayak, ‘Aduh kok aku kecil banget ya?’,” curhatnya.
Namun, semangat untuk melayani para tamu Allah akhirnya mengalahkan rasa takutnya. Aiman bersyukur berhasil menjadi salah satu dari 125 orang yang dinyatakan lolos, meskipun ia mengakui ujiannya terasa sangat berat.
Sertifikat sebagai Amanah
Bagi Aiman, sertifikat pembimbing ibadah haji ini bukan sekadar bukti kelulusan, melainkan sebuah amanah besar. Ia meyakini bahwa menjadi pembimbing bukan hanya soal pemahaman fikih, tetapi juga tentang pelayanan tulus kepada para jemaah.
“Menjadi pembimbing ibadah haji itu bukan soal fikihnya saja, tapi juga bagaimana melayani para tamu-tamu Allah,” tutup Aiman dengan bijak.






