Aktor Adly Fairuz terseret dalam kasus dugaan penipuan terkait penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol). Kuasa hukumnya, Andy Gultom, membantah kliennya memiliki niat jahat, melainkan hanya membantu seorang teman.
Andy Gultom menyatakan bahwa Adly Fairuz telah mengembalikan uang yang diterimanya, bahkan jumlahnya lebih besar dari yang seharusnya. “Adly memang menerima sebagai fee profesional, itu sebesar Rp 300 juta. Tapi, Adly sudah mengembalikan sebesar Rp 500 juta. Apakah itu tidak sebagai itikad baik?” ujar Andy Gultom saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).
Pengembalian dana yang melebihi jumlah penerimaan ini, menurut Andy, merupakan bukti itikad baik Adly Fairuz dalam menyelesaikan permasalahan. Namun, secara hukum, Adly Fairuz merasa tidak melakukan wanprestasi atau penipuan seperti yang dituduhkan.
“Klien kami sudah mengembalikan apa yang bukan menjadi haknya. Itu sudah dikembalikan seluruhnya, bahkan lebih. Bahkan membayar biaya administratif pada kantor penggugat sebesar Rp 5 juta, itu yang diminta oleh mereka,” tutur Andy.
Klarifikasi Soal ‘Jenderal Ahmad’
Terkait tuduhan mencatut nama ‘Jenderal Ahmad’ untuk meyakinkan korban, Andy Gultom mengklarifikasi bahwa ‘Jenderal Ahmad’ bukanlah gelar pangkat, melainkan nama depan kliennya, Ahmad Adly Fairuz. “Oh tidak, Jenderal Ahmad itu kiasan dari si penggugat sendiri. Ahmad itu adalah nama depan klien kami. Bukan bermaksud untuk Jenderal Ahmad, itu tidak ada. Itu hanya opini yang menyesatkan,” jelasnya.
Andy Gultom menyayangkan sikap pihak penggugat yang dinilainya memanfaatkan nama besar Adly Fairuz untuk mencari perhatian. Ia menilai gugatan perdata senilai hampir Rp 5 miliar dari pihak lawan tidak memiliki landasan hukum yang kuat.
“Penggugat ini menurut kami sedang playing victim. Mereka mencoba mendompleng masalah privasi Adly seakan-akan klien kami ini orang yang sangat bersalah,” ujarnya.
Status dan Sikap Adly Fairuz
Saat ini, Adly Fairuz masih berstatus sebagai saksi dalam laporan polisi yang ditangani Polres Jakarta Timur. Di tengah persoalan hukum yang dihadapi, Adly disebut tetap tegar dan fokus pada pekerjaan serta mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Adly berpesan, dia akan mengejar segala kebenaran sesuai apa yang dia alami. Secara gentleman, dia juga meminta maaf kepada penggemar dan keluarga kalau ada pihak yang merasa tersinggung, tanpa berarti dia mengakui kesalahan. Dia tidak depresi, tetap semangat selama dia benar,” pungkas Andy Gultom.






