Perseteruan antara penyanyi Denada Tambunan dengan pemuda bernama Ressa Rizky Rosano kini merembet ke urusan keluarga besar. Adik kandung Denada, Enrico Tambunan, akhirnya angkat bicara untuk membela nama baik almarhumah ibundanya, Emilia Contessa, yang disebut-sebut dalam konflik tersebut.
Pembelaan Enrico Tambunan
Enrico Tambunan mengungkapkan kekecewaan dan kemarahannya atas tudingan yang membawa nama mendiang ibundanya. Ia merasa tidak adil jika nama ibunya yang sudah meninggal terus menerus dijelek-jelekkan untuk mendapatkan simpati publik.
“Harusnya tidak perlu menjelek-jelekkan seorang yang sudah meninggal. Orang yang sudah meninggal sudah tidak bisa lagi menjawab, tidak bisa lagi meluruskan berita yang bohong, sudah tidak bisa lagi memberikan misalnya bukti-bukti,” kata Enrico Tambunan dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya.
Enrico mencium adanya upaya dari pihak tertentu untuk menarik simpati publik dengan cara menjatuhkan martabat keluarganya. Ia menegaskan bahwa ibundanya bukanlah orang yang seperti dituduhkan.
“Jadi kayaknya kurang fair, kalau sekarang karena ada perseteruan lalu mau mendapatkan simpati masyarakat sehingga nama Mama saya yang dijelek-jelekkan begitu,” tuturnya.
Bantahan Tuduhan Terhadap Emilia Contessa
Salah satu tudingan yang membuat Enrico meradang adalah narasi yang menyebut Ressa Rizky Rosano diperlakukan tidak manusiawi, seperti dipekerjakan dengan gaji rendah dan diminta tinggal di sebuah gudang. Enrico dengan tegas membantah hal tersebut.
Ia menjelaskan bahwa ibundanya sangat menyayangi semua cucu dan keponakannya, termasuk Ressa. Menurut Enrico, ibundanya ingin mengajarkan mereka untuk rajin bekerja dan mandiri, bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah.
“Mama saya bukan orang yang seperti itu. Dia sangat amat sayang sama semua keluarganya. Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya untuk semuanya rajin bekerja. Bukan butuh sopir murah, dia cuma ingin mereka belajar mandiri,” terang Enrico Tambunan.
Terkait isu tinggal di gudang, Enrico mengklarifikasi bahwa tempat yang dimaksud sebenarnya adalah paviliun yang dibangun secara layak. Paviliun tersebut dilengkapi fasilitas seperti tempat tidur, TV, kulkas, hingga ruang tamu, dan bentuknya identik dengan paviliun lain di lahan tersebut.
Permohonan Enrico Tambunan
Kini, Enrico Tambunan melayangkan permohonan kepada pihak-pihak yang terus mengungkit nama almarhumah ibundanya dalam kasus ini.
“Aku mohon, yang pertama, tolong jangan bawa-bawa nama Mama saya lagi. Tolong diingat saja jasa-jasanya dia sama keluarga besar, sama semua yang ada dalam keluarga kami. Kayaknya sangat menyedihkan kalau Mama saya dibawa-bawa dan dijelek-jelekkan hanya karena adanya sebuah perseteruan,” pungkasnya.
Polemik ini bermula dari tuntutan Ressa Rizky Rosano yang meminta pengakuan sebagai anak kandung Denada serta menuntut ganti rugi miliaran rupiah atas dugaan penelantaran. Tim detikcom masih berupaya menghubungi manajer Denada terkait pengakuan keluarga Emilia Contessa.






