Pasangan selebritas Yulia Rahmayani dan Rifky Alhabsy tengah diliputi kebahagiaan setelah 9 tahun penantian. Yulia Rahmayani akhirnya berhasil hamil anak pertama melalui program bayi tabung (IVF) setelah berjuang melawan infertilitas.
Perjuangan Melawan Infertilitas
Perjalanan Yulia Rahmayani untuk memiliki buah hati tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai masalah pada saluran reproduksinya, termasuk harus menjalani operasi pemotongan kedua tuba falopi atau salpingektomi. Kondisi ini membuat kehamilan secara alami atau melalui inseminasi menjadi tidak memungkinkan.
Menyadari hal tersebut, Rifky Alhabsy memberikan izin kepada istrinya untuk menjalani program bayi tabung. Keduanya mengungkapkan bahwa program IVF memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang. Namun, dukungan dari keluarga dan tim medis menjadi kekuatan mereka dalam menjalani setiap proses hingga membuahkan hasil yang diharapkan.
“Sudah sembilan tahun kami menunggu. Rasanya campur aduk, antara takut berharap dan tidak ingin kecewa lagi,” ujar Yulia Rahmayani saat ditemui di Smart Fertility Clinic Evasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kemarin.
Yulia menambahkan rasa syukurnya atas kabar baik ini. “Namun, saya bersyukur sekali akhirnya bisa mendapatkan kabar baik ini. Terima kasih untuk dokter dan seluruh tim Smart Fertility Clinic yang selalu mendampingi saya,” ungkap Yulia bahagia, didampingi oleh suaminya, Rifky Alhabsy.
Proses Bayi Tabung di Smart Fertility Clinic
Pasangan ini menjalani program bayi tabung di Smart Fertility Clinic, Jakarta, di bawah penanganan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Darma Syanty, serta CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan.
Prosedur Ovum Pick Up (OPU) dilaksanakan pada 15 Februari 2025, dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada 12 September 2025. Dua minggu setelah FET, kantong kehamilan yang menjadi tanda awal perkembangan kehidupan mulai terlihat.
dr. Darma Syanty menjelaskan, “Pada pasien dengan riwayat hidrosalping dan kedua tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF merupakan pilihan yang paling tepat. Dengan pemilihan protokol yang sesuai, kualitas embrio yang baik, serta kondisi rahim yang optimal saat FET, kehamilan tetap dapat dicapai.”
Senada dengan itu, dr. Laura Leandra Setiawan menekankan pentingnya kerja kolaboratif. “Kami memahami perjalanan untuk memiliki buah hati bukanlah perjalanan yang mudah bagi banyak pasangan. Smart Fertility Clinic hadir tidak hanya dengan teknologi dan layanan medis terkini, tetapi juga dengan pendampingan dan empati,” katanya.
Smart Fertility Clinic merupakan salah satu dari 59 klinik In Vitro Fertilization (IVF) yang tersedia di Indonesia untuk program bayi tabung.






