Real Madrid secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih Xabi Alonso pada Senin (12/1/2026). Keputusan ini diambil menyusul kekalahan tim dari Barcelona dalam laga final Piala Super Eropa, yang menjadi salah satu pemicu utama.
Perjalanan Singkat Xabi Alonso di Madrid
Alonso, yang ditunjuk pada awal musim ini, hanya menjabat sebagai pelatih Real Madrid kurang dari tujuh bulan. Pemecatannya yang cepat menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kepelatihannya di klub sebesar Madrid.
Muncul pula rumor yang mengaitkan kegagalan Alonso dengan dinamika ruang ganti. Ia disebut-sebut memiliki hubungan yang kurang baik dengan beberapa pemain, termasuk Vinicius Junior, yang berpotensi mengganggu keharmonisan tim.
Tanggapan Mikel Arteta
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, yang merupakan kompatriot Alonso dari Spanyol, dimintai tanggapan mengenai kepergian Xabi Alonso dari Santiago Bernabeu. Arteta mengaku tidak memiliki banyak informasi detail mengenai situasi tersebut.
“Yah, saya tidak memiliki banyak detail tentang situasinya, saya tidak tahu apakah itu keputusan Xabi untuk pergi atau keputusan klub, jadi sangat sulit untuk memberikan pendapat di sana, tentu saja,” ujar Arteta, dikutip dari situs resmi Arsenal.
Meskipun demikian, Arteta menyampaikan harapan terbaiknya untuk Alonso. Ia menilai legenda Real Madrid tersebut adalah sosok pelatih yang mumpuni.
“Apa pun keputusannya, saya hanya berharap yang terbaik untuk Xabi karena dia adalah orang yang hebat dan pelatih yang luar biasa. Saya yakin apa pun yang dia putuskan untuk lakukan di masa depan, sekali lagi, akan menjadi yang terbaik,” tegas Arteta.






