Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan kuliah umum tertutup di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI pada Senin (23/2/2026). Acara ini berfokus pada pembahasan kondisi geopolitik terkini.
SBY Disambut Gubernur Lemhannas
SBY tiba di kompleks Lemhannas RI sekitar pukul 12.45 WIB dan disambut langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hassan Syadzily. Kehadiran SBY diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika geopolitik global.
Pengalaman SBY Dinilai Kompeten
Ace Hassan Syadzily menyatakan bahwa SBY merupakan sosok yang sangat tepat untuk memberikan materi kuliah umum. Menurutnya, SBY selalu mengikuti perkembangan geopolitik global dan memiliki pengalaman memimpin Indonesia selama dua periode di tengah situasi internasional yang tidak menentu.
“Saat ini beliau pasti sangat memonitor dan mengikuti proses perkembangan geopolitik global. Beliau juga adalah Presiden Indonesia yang ke-6, tentu banyak sekali pengetahuan yang akan diberikan kepada kita semua,” ujar Ace saat membuka acara di Lemhannas RI, Jakarta Pusat.
Ace menambahkan, SBY berhasil mempertahankan stabilitas politik, ekonomi, dan ketahanan nasional Indonesia selama 10 tahun masa kepemimpinannya.
“Selain karena beliau memiliki pengetahuan yang kompeten tentang geopolitik, lebih daripada itu pengalaman beliau dalam memimpin Indonesia selama 2 periode, terutama memastikan bahwa di tengah situasi geopolitik dunia pada saat itu menjadikan bangsa Indonesia selama 10 tahun tetap mengalami stabilitas politik, stabilitas ekonomi, dan ketahanan nasional yang baik,” jelas Ace.
SBY Bersyukur Berbagi Pengetahuan
Menanggapi hal tersebut, SBY mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk berbagi pengetahuan mengenai geopolitik kepada peserta di Lemhannas. Ia menekankan pentingnya pemahaman geopolitik bagi Lemhannas RI dalam konteks pembangunan nasional.
“Alhamdulillah, Bapak Gubernur Lemhannas, hari ini saya dapat kembali datang ke sebuah lembaga institusi yang memiliki sejarah yang dalam di dalam pembangunan nasional dari masa ke masa,” tutur SBY.




