Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa seluruh korban banjir di ibu kota akan mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma. Fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk 44 puskesmas, 292 puskesmas pembantu, dan 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), siap memberikan pelayanan bagi warga yang terdampak bencana.
“Untuk yang terdampak banjir kalau di Jakarta semuanya gratis. Karena semuanya bisa di ini di puskesmas yang ada di Jakarta 44, Kemudian pembantu puskesmas 292 dan rumah sakit juga 31 semuanya kalau ada korban terdampak banjir maka kami gratiskan,” ujar Pramono di Kawasan Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).
Pencegahan Leptospirosis
Di samping itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit leptospirosis, yang juga dikenal sebagai kencing tikus. Hingga saat ini, belum ada kasus penyakit tersebut yang ditemukan di wilayah Jakarta.
“Kencing tikus dan itu ternyata di Jakarta belum ada. Toh kalau ada, kami pasti akan secara preventif melakukan pencegahan terhadap itu dan siap untuk itu, kalau ada,” ungkapnya.
Upaya Teknis Penanganan Banjir
Lebih lanjut, Pramono Anung juga menyinggung berbagai upaya teknis yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam menangani banjir. Salah satunya adalah normalisasi Sungai Cakung Lama di Kelapa Gading. Program ini diharapkan dapat secara signifikan meminimalkan risiko terjadinya banjir di area tersebut.






