Berita

Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana Bahas Board of Peace Donald Trump

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengundang sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam ke Istana Negara pada Selasa siang ini, 3 Februari 2026. Agenda pertemuan tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sosial sekaligus Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.

Detail Undangan dan Peserta

Gus Ipul membenarkan adanya undangan tersebut dan menyatakan akan hadir bersama Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). “Iya benar ada agenda tersebut, jam 14.00 WIB,” ujar Gus Ipul kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Namun, Gus Ipul mengaku belum mengetahui secara pasti pokok bahasan dalam pertemuan tersebut. Pernyataan senada datang dari Sekretaris Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Ia menyatakan akan hadir mewakili Muhammadiyah bersama Prof. Syafiq Mughni.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, memberikan sedikit gambaran mengenai topik yang kemungkinan akan dibahas. Ia menyebutkan bahwa pertemuan ini kemungkinan akan menyangkut Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Ya, saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya tentang Board of Peace (BoP),” ungkap Cholil Nafis.

Advertisement

Riwayat Pertemuan Sebelumnya

Ini bukan kali pertama Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan ormas keagamaan. Pada Agustus 2025, Presiden Prabowo juga pernah mengundang perwakilan ormas keagamaan. Dalam pertemuan tersebut, hadir 16 Ormas Keagamaan.

Saat itu, Gus Yahya dalam sebuah kesempatan yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres) pada Sabtu (30/8/2025), menggambarkan suasana dialog yang terjalin.

“Kami berdialog dari hati ke hati memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,”

Pertemuan-pertemuan semacam ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas keagamaan, dalam menghadapi isu-isu nasional.

Advertisement