Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengonfirmasi bahwa iuran yang dibayarkan kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) akan dialokasikan, salah satunya, untuk keperluan rekonstruksi di Gaza, Palestina. Indonesia telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam inisiatif ini.
Indonesia Berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian
“Presiden memutuskan untuk ikut partisipasi. Jadi gini, ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, bahwa menentukan Board of Peace ini merupakan suatu upaya untuk bisa menyelesaikan situasi di Gaza, pada khususnya Palestina, termasuk upaya rekonstruksi,” ujar Sugiono di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Sugiono menjelaskan bahwa para anggota Dewan Perdamaian diminta untuk berkontribusi dalam biaya rekonstruksi. Keuntungan menjadi anggota tetap akan diperoleh bagi negara yang bersedia membayar iuran.
“Terus rekonstruksi ini siapa yang bayar? Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Karena itu, anggota-anggota yang diundang itu diajak untuk berpartisipasi di situ,” jelasnya. “Yang tentu saja, ada keuntungan lain, yaitu merupakan anggota tetap,” tambahnya.
Tujuan Pembentukan Dewan Perdamaian
Menlu Sugiono menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian untuk membayar iuran. Pembentukan Dewan Perdamaian sendiri bertujuan untuk menciptakan perdamaian di Palestina.
“Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza dan Palestina,” sebutnya.
Sebelumnya, Indonesia telah resmi menjadi salah satu ‘founding members‘ dari Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Donald Trump. Posisi ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sugiono merinci bahwa founding members BoP terdiri atas 20 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang hadir langsung untuk menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di Davos, Swiss.
“Ada Vietnam, Vietnam ikut (Dewan Perdamaian) tapi nggak ikut (teken piagam). Jadi kita itu sebagai founding members, yang kemarin 20 tanda tangan itu founding members,” kata Sugiono, seperti dikutip dari YouTube Setpres RI, Jumat (23/1/2026).






