Berita

Mendikdasmen Resmikan 76 Sekolah Hasil Revitalisasi Pasca Bencana di Aceh

Advertisement

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 76 satuan pendidikan yang telah direvitalisasi di Provinsi Aceh. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Peresmian Terpusat di Aceh Tengah dan Aceh Utara

Peresmian secara terpusat dilakukan di dua lokasi berbeda. Di Kabupaten Aceh Tengah, peresmian dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, mencakup 53 satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Program revitalisasi ini bertujuan memulihkan infrastruktur pendidikan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2026).

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti meninjau langsung sekolah yang terdampak bencana dan masih menggunakan ruang darurat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk merelokasi sekolah di zona rawan bencana dan mempercepat pembangunan fasilitas baru.

Relokasi dan Pembangunan Unit Sekolah Baru

Menanggapi kondisi SMP Negeri 22 Takengon yang rusak berat akibat longsor, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa sekolah tersebut tidak memungkinkan untuk digunakan. Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman. “Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” sambungnya.

SD Negeri 12 Bintang, yang mengalami kerusakan di bagian belakang bangunan akibat longsor, juga akan menerima bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru.

Rehabilitasi di Aceh Utara

Selain di Aceh Tengah, Abdul Mu’ti juga meresmikan 23 satuan pendidikan di Kabupaten Aceh Utara, yang terpusat di SMA Negeri 1 Baktiya. Sekolah-sekolah ini merupakan bagian dari program rehabilitasi satuan pendidikan terdampak bencana, yang dibangun dengan standar keselamatan dan kebutuhan pembelajaran terkini.

Hingga kini, melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah selesai dibangun dan siap digunakan.

Modernisasi Pembelajaran dan Dukungan Teknologi

Abdul Mu’ti mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Sekolah yang menerima Papan Interaktif Digital (PID) akan didukung dengan konektivitas internet, termasuk layanan satelit untuk menjangkau daerah terpencil.

Pemerintah juga konsisten dalam pemenuhan fasilitas pendukung seperti ruang guru dan rumah dinas guru.

Advertisement

Dampak Revitalisasi Dirasakan Langsung

Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup Takengon, Yusbida, menuturkan bahwa sekolahnya sebelumnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung. “Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tuturnya.

Kepala SMAN 1 Timang Gajah Bener Meriah, Marhamah, mengapresiasi perhatian pemerintah. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (mengerjakan rehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ungkapnya.

Percepatan Pemulihan Pendidikan Melalui PKS

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen terus mempercepat pemulihan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Sebanyak 114 sekolah terdampak bencana di Aceh telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan program.

Direktur Jenderal PKPLK, Tatang Muttaqin, menilai penandatanganan PKS sebagai langkah nyata rekonstruksi pendidikan. “Apa yang telah ditandatangani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi orang-orang sekitar kita, para siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah di tempat Bapak Ibu untuk mengembalikan kondisi sekolah yang insyaallah lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,” terang Tatang.

Ia berharap dana bantuan segera cair setelah penandatanganan PKS agar dapat dieksekusi. “Kami berharap awal tahun ajaran baru, semoga anak-anak kita sudah bisa belajar dengan nyaman dan aman di sekolah yang baru,” tambahnya.

Harapan Baru untuk Pendidikan Aceh

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, menyebut penandatanganan PKS sebagai harapan baru bagi pendidikan rakyat Aceh. “Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Dengan program Revitalisasi, kami berharap pendidikan di Aceh segera pulih dan pendidikan di Aceh ke depannya akan sama dengan daerah lainnya,” kata Dahlawi.

Kepala SMK Ummul Ayman 2 Kabupaten Pidie Jaya, Faisal, berharap unit kelas baru segera terbangun. “Dengan revitalisasi ini kami berharap unit kelas baru bisa cepat terbangun dan siswa dapat belajar kembali dalam kondisi yang lebih nyaman,” jelasnya.

Alfrizi Maulana, murid kelas 11 SMK Ummul Ayman 2, mengaku merindukan ruang belajar yang nyaman dan tidak bisa melakukan praktik karena area praktikum rusak. “Semoga unit kelas baru bisa segera dibangun dan kami bisa belajar kembali di ruang kelas yang nyaman dengan meja dan kursi,” harapnya.

Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Suprananta, menyatakan program ini menjadi kabar gembira bagi 260 muridnya. “Sekolah kami memang sudah aktif kembali, tapi masih kelas darurat. Dengan PKS ini kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah kami yang rusak parah karena bencana,” pungkasnya.

Advertisement