Malam Nisfu Syakban, yang jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, merupakan momen istimewa di mana umat Muslim meyakini Allah SWT akan memberikan pengampunan bagi hamba-Nya. Hari ke-15 dalam bulan Syakban pada kalender Hijriah ini, menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag, bertepatan dengan 15 Syakban 1447 H.
Momen Introspeksi dan Doa
Nisfu Syakban menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Momen ini juga dianggap sebagai jalan untuk memohon rahmat dan ampunan dari-Nya.
Berbagai ucapan menyertai datangnya malam Nisfu Syakban, yang banyak dibagikan di media sosial. Ucapan-ucapan tersebut umumnya berisi harapan agar Allah SWT mengabulkan doa, mengampuni dosa, memanjangkan umur dalam keberkahan, dan menjadikan pribadi yang lebih baik.
Salah satu harapan yang sering terucap adalah agar Allah SWT mengampuni segala kesalahan di masa lalu dan meneguhkan langkah menuju kebaikan. “Semoga di Nisfu Syakban ini, Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan meneguhkan langkah menuju kebaikan,” demikian salah satu harapan yang dibagikan.
Menuju Ramadan yang Penuh Berkah
Nisfu Syakban juga menjadi pengingat akan semakin dekatnya bulan Ramadan. Oleh karena itu, banyak yang mengajak untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik secara spiritual maupun mental, untuk menyambut bulan suci tersebut.
“Nisfu Syakban hadir sebagai pengingat lembut bahwa perjalanan menuju Ramadhan sudah semakin dekat,” tulis salah satu akun. Ajakan untuk membersihkan hati dan saling memaafkan juga mengemuka menjelang Ramadan.
Momen Nisfu Syakban ini diharapkan membawa cahaya baru dalam hidup dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Umat Muslim diajak untuk memperbanyak zikir, doa, istighfar, dan menunaikan kebaikan-kebaikan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bagi sebagian orang, bisa bertemu kembali dengan Nisfu Syakban adalah nikmat besar yang tidak boleh disia-siakan. “Bersujudlah, berdoalah, dan bersyukurlah, karena tak ada yang tahu apakah ini akan menjadi yang terakhir,” demikian pesan yang disampaikan.
Secara keseluruhan, Nisfu Syakban 1447 Hijriah menjadi momentum untuk mendekat kepada Allah SWT dengan doa, keikhlasan, dan hati yang berserah, serta sebagai titik awal persiapan terbaik untuk Ramadan yang penuh berkah.






