Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, menyatakan tidak terkejut dengan hasil imbang yang diraih Arsenal saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers. Menurutnya, kegagalan The Gunners meraih poin penuh bukan disebabkan oleh sikap jemawa, melainkan ketatnya persaingan di Liga Inggris musim ini.
Arsenal Kehilangan Keunggulan di Molineux
Arsenal harus puas bermain imbang 2-2 melawan Wolves di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Mikel Arteta sempat unggul dua kali dalam pertandingan tersebut. Bukayo Saka membuka keunggulan Arsenal pada menit kelima, sebelum Pedro Hincapie menggandakan skor di awal babak kedua. Namun, Wolves berhasil bangkit melalui gol Hugo Bueno, dan Tom Edozie yang mencetak gol penyama kedudukan di akhir injury time.
Hasil ini memang mengejutkan banyak pihak, mengingat perbedaan posisi kedua tim di klasemen. Wolves yang berstatus juru kunci klasemen Liga Inggris, secara teori tidak seharusnya menyulitkan Arsenal yang memimpin puncak klasemen.
Ketatnya Persaingan Liga Inggris
Liam Rosenior, yang juga menyaksikan pertandingan tersebut, menilai bahwa hasil imbang Arsenal melawan Wolves adalah bukti nyata betapa ketatnya persaingan di Liga Inggris musim ini. Ia menekankan bahwa setiap tim memiliki potensi untuk mengalahkan tim lain, terlepas dari posisi mereka di klasemen.
“Saya kira itu bukan sikap jemawa. Saya pikir Wolves tampil luar biasa pada pertandingan kemarin. Saya menonton pertandingannya,” ujar Rosenior, dikutip dari BBC Sport.
Pelatih berusia 41 tahun itu menambahkan, “Sekarang ini liganya sangat ketat. Setiap tim bisa mengalahkan tim manapun. Itulah mengapa liganya sangat ketat dalam kaitannya dengan poin di antara tim-tim kontestan.”
Fokus pada Konsistensi Performa
Rosenior juga mendesak timnya, Chelsea, untuk belajar dari pertandingan tersebut dan fokus pada peningkatan konsistensi performa demi mencapai target yang telah ditetapkan. Ia ingin Chelsea dapat bermain stabil, baik saat menghadapi tim kuat maupun tim yang berada di papan bawah.
“Apa yang harus kami lakukan adalah fokus pada penampilan diri sendiri. Kami harus memastikan bahwa kami mempersiapkan diri sendiri dengan tepat, tapi apa yang saya ingin lakukan adalah kami jadi konsisten, entah kami bermain melawan Wolves, atau melawan Burnley pada besok, Manchester City, Arsenal, proses kami tetap sama, dan harus jadi konsisten di dalam performa,” pungkas Rosenior.






