Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama Operasi Lilin 2025 berjalan efektif dalam mengurai kepadatan arus di jalan tol maupun arteri.
Evaluasi Operasi Lilin 2025
Menurut Irjen Agus, secara umum pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama periode Operasi Lilin 2025 telah berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali. Ia menekankan keberhasilan strategi ini dalam menjaga kelancaran arus di ruas-ruas jalan yang strategis.
“Secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali, serta efektif dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas pada ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin 2025,” ujar Irjen Agus kepada wartawan pada Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas yang optimal dan responsif tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan petugas di lapangan dalam mengantisipasi potensi kepadatan arus serta menjamin kelancaran dan keselamatan bagi masyarakat pengguna jalan.
“Pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin 2025 berjalan optimal dan responsif, sebagai bentuk kesiapsiagaan petugas di lapangan dalam mengantisipasi kepadatan arus serta menjamin kelancaran dan keselamatan masyarakat,” lanjutnya.
Rincian Rekayasa Lalu Lintas
Selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025, Korlantas Polri telah menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Skema yang diterapkan meliputi sistem one way dan contraflow.
Berikut rinciannya:
- Sistem one way diberlakukan di ruas Jakarta-Bogor-Ciawi sebanyak 19 kali.
- Pengalihan arus lalu lintas di ruas dalam kota dilakukan sebanyak 8 kali.
- Di ruas Jakarta-Cikampek, pengalihan arus dilakukan sebanyak 10 kali.
- Pada ruas JORR E Bambu Apus-Rorotan, pengalihan arus diterapkan sebanyak 26 kali.
- Di ruas Balikpapan-Samarinda, sistem one way diberlakukan sebanyak 1 kali.
- Selanjutnya, pengalihan arus lalu lintas juga dilakukan di ruas Jakarta-Tangerang sebanyak 13 kali.
- Di ruas Jakarta-Bogor-Ciawi, pengalihan arus diterapkan sebanyak 20 kali.
- Ruas Layang MBZ menjadi lokasi pengalihan arus sebanyak 1 kali.
- Ruas JORR W2U Ulujami-Kembangan juga menerapkan pengalihan arus sebanyak 1 kali.
- Secara total, pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan mencapai 80 kali.
Sementara itu, sistem contraflow diberlakukan di beberapa ruas jalan dengan rincian sebagai berikut:
- Ruas Jakarta-Cikampek: 4 kali.
- Ruas dalam kota: 4 kali.
- Ruas Jakarta-Tangerang: 3 kali.
- Ruas Jakarta-Bogor-Ciawi: 4 kali.
- Total penerapan sistem contraflow adalah 15 kali.






