Sepakbola

Inter Milan Tunjukkan Kedewasaan dalam Kemenangan 2-0 atas Cremonese di Liga Italia

Advertisement

Cremona – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memuji penampilan timnya yang dinilai sangat dewasa saat meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah Cremonese dalam lanjutan Liga Italia di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/2/2026). Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Inter di puncak klasemen.

Dominasi dan Gol Krusial

Inter Milan, yang dijuluki Si Ular, tampil dominan sepanjang pertandingan dengan mencatatkan 74 persen penguasaan bola. Gol-gol kemenangan Inter dicetak oleh Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Tim tamu berhasil memanfaatkan momen-momen krusial untuk mencetak gol, meskipun Cremonese menunjukkan pertahanan yang solid.

Insiden Flare dan Kelanjutan Laga

Pertandingan sempat dihentikan di awal babak kedua akibat insiden pelemparan flare ke lapangan yang mengenai kiper Inter, Emi Audero. Audero dilaporkan masih bisa melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis. Laga kemudian dilanjutkan dan Inter berhasil mempertahankan keunggulan.

Posisi Puncak Klasemen Semakin Kokoh

Dengan tambahan tiga poin, Inter Milan semakin nyaman di puncak klasemen Liga Italia dengan total 55 poin. Mereka kini unggul tujuh poin dari rival terdekatnya, AC Milan, yang berada di posisi kedua.

Advertisement

Analisis Pelatih Cristian Chivu

Cristian Chivu mengapresiasi kedewasaan timnya dalam memahami momen-momen penting dalam pertandingan dan cara meraih kemenangan. “Saya melihat kedewasaan dalam memahami momen-momen yang tepat dalam pertandingan, dan cara-cara untuk meraih kemenangan,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.

Chivu menambahkan, “Dalam hal mendominasi permainan, kami selalu memegang kendali, meskipun mereka tidak memberi kami banyak kesempatan. Kami sedikit lambat dalam mengalirkan bola, karena kami kekurangan energi untuk menyerang lini pertahanan mereka yang rapat, tetapi kemudian kami unggul sebelum jeda babak pertama.”

Mengenai jalannya babak kedua, Chivu mengakui adanya sedikit penurunan intensitas. “Setelah jeda, permainan sedikit lebih santai, karena jelas ada sedikit kelelahan, tetapi yang terpenting adalah menang dan kami berhasil melakukannya,” tutupnya.

Advertisement