Sebuah gudang pabrik pestisida yang berlokasi di luar wilayah Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilalap si jago merah pada Senin (9/2/2026) dini hari. Kebakaran hebat ini memicu pengerahan puluhan personel dan belasan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk menjinakkan api.
Api Berkobar Sejak Dini Hari
Peristiwa kebakaran dilaporkan pertama kali pada pukul 04.30 WIB. Petugas keamanan pabrik yang tengah berpatroli menjadi saksi awal kobaran api yang mulai membesar di salah satu unit gedung pergudangan. “TKP kebakaran adalah satu unit gedung pergudangan satu lantai, yang berisi pestisida cair dan bubuk sekitar kurang lebih 15-20 ton,” ujar Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, saat dihubungi, Senin (9/2/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Tangsel segera merespons dengan mengerahkan armada dan personel terbaiknya. “Sekira jam 05.30 WIB, dinas Pemadam Kebakaran Tangsel tiba di TKP dengan mobil pemadam sebanyak 15 unit serta 75 personel pemadam kebakaran,” imbuh Dhady.
Dugaan Korsleting Listrik Jadi Penyebab
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah masalah kelistrikan. “Penyebab dari kebakaran tersebut dugaan sementara dari hubungan arus pendek listrik gedung tersebut,” jelas Dhady.
Meskipun api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian masih terus melakukan perhitungan terhadap total kerugian materiil yang ditimbulkan akibat insiden ini. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran gudang pestisida tersebut.






