Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan permohonan maaf atas pemasangan atribut partai berlambang kepala garuda di sejumlah jalanan. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk segera mencabut atribut-atribut tersebut demi kenyamanan publik.
Permohonan Maaf dan Instruksi Pencabutan
Permohonan maaf ini disampaikan Sugiono dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra yang digelar di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/2/2026). Ia mengakui bahwa pemasangan atribut partai tersebut mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.
“Hari ini kami merayakan ulang tahun yang ke-18. Minta maaf jika ada yang merasa terganggu dengan atribut-atribut dan bendera-bendera,” ujar Sugiono.
Sugiono menjelaskan bahwa pemasangan atribut tersebut semata-mata untuk menunjukkan semangat juang para kader yang begitu besar. Ia berjanji akan segera menindaklanjuti instruksi pencabutan atribut tersebut.
“Besok, saya meminta kepada seluruh kader dan partai untuk membersihkan atribut-atribut partai yang terpasang,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Kemudian kami juga meminta maaf jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu. Ini hanya menunjukkan semangat kami yang begitu besar setelah berjuang sekian lama.”
Perayaan HUT ke-18 yang Sederhana
Lebih lanjut, Sugiono mengungkapkan bahwa perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra tahun ini digelar secara sederhana. Ia berharap semangat para kader tetap terjaga untuk terus memperjuangkan cita-cita partai.
“Hari ini hari ulang tahun kita, kita rayakan dengan semarak, dengan doa, dengan syukuran. Syukur bahwa 18 tahun ini kita terus berdiri, berjalan teguh, menjalankan apa yang menjadi semangat dan idealisme serta cita-cita kita,” pungkasnya.






